Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Gebogan Serba Satu Jenis di Nusa Penida
 

Gebogan Serba Satu Jenis di Nusa Penida

Klumpu, NUSA PENIDA POST

Di Banjar Subia, Desa Klumpu Kecamatan Nusa Penida, Bali ada budaya unik yakni Gebogan hari raya Galungan ( red : rangkaian jajan dan Buah-buahan ) serba satu jenis. Gebogan serba satu jenis maksudnya setiap gebogan hanya menggunakan jajan atau buah dengan satu jenis saja, baik buah maupun jajan tidak boleh lebih.

Misalnya gebogan terdiri dari satu buah Mangga, satu Ijas buah Pisang, satu buah Apel, satu buah Salak, satu buah Jeruk, Satu jajan Begine, dan sesajen lainnya. Ini disepakati menjadi awig ( red : aturan adat ) warga setempat dengan sangsi adat dan semua warga patuh pada awig yang telah ditetapkan ini

I Wayan Sadra, S.Pd ( 42 th ), 23/8 mengemukakan “awalnya krama ( red : warga ) bertujuan gebogan serba satu jenis agar lebih hemat tanpa mengurangi maksud dan tujuan bhakti kepada Hyang Widhi”. “Gebogan satu jenis diharapkan menghindari pembuatan gebogan jor-joran (red : besar-besaran ) sebagai dampak saling bersaing, mengikuti gebogan warga lain yang lebih banyak”, ujar Sadra di sela-sela perayaan Galungan.

Gebogan Serba Satu Jenis di Banjar Subia Nusa Penida

Gebogan Serba Satu Jenis di Banjar Subia Nusa Penida

“Selain unik, harapan dari gebogan satu jenis ini , masyarakat yang kurang mampu tidak merasa minder dengan gebogan warga lainnya yang lebih banyak karena semua sama serba satu. Karena sesuai ajaran agama Hindu, “ Yadnya tidak dilihat dari segi besar kecilnya gebogan, tetapi lebih dari ketulusannnya, ungkap I Wayan Sadra sesepuh Banjar Subia dengan tenang.

Hal senada disampaikan Wayan Suger, S.Pd (45 th) 23/8 Pemangku Br. Subia yang ditemui Nusa Penida Post usai memimpin persembahyangan bersama di Pura Desa Banjar Subia. Mangku Suger mengatakan “ hemat tapi meriah menjadi kesepakatan dilingkungan warga Banjar Subia”.

“sing dadi mare ngelah liu tegehine ngae gebokan timpal ne ane tare ade te ngejar ye kanti ngalih utang“ (red : tidak boleh, baru punya banyak uang, gebogannya diperbesar atau tinggi sehingga rekan yang kurang mampu ikut menyamai ukuran gebogannya sampai mencari hutang).

Salah satu warga Br.Subia Ni Wayan Suari (39 th 23/8), “kole demen care ne, ngeringanan kikit, ulian ngelah kikit payu masih merainan” (red ; saya suka tradisi seperti ini, sangat meringankan) . “Walaupun mempunyai dana sedikit tapi masih bisa merayakan hari raya galungan secara bersama-sama dengan warga lainnya”, tuturnya Wayan Suari sambil menyungsung Gebogan di kepalanya menuju Pura.

Reporter : I Komang Oka Sanjaya

Editor : I Wayan Sukadana