FKMNP: Ngayah, Harmoni dan Aktualisasi Tri Hita Karana

PED, NUSA PENIDA POST

Dalam tataran konsep kehidupan, masyarakat Bali memiliki pandangan hidup yang adi luhung. Pola kehidupan dilakukan secara seimbang dengan tiga pendekatan utama yang dikenal dengan Tri Hita Karana. Secara harfiah, konsep ini bermakna tiga hal yang menjadi penyebab terciptanya kehidupan yang bahagia. Belakangan, masyarakat kembali menggali nilai-nilai dari konsep ini salah satu sebabnya adalah maraknya perusakan lingkungan dengan berbagai dalih berikut bertambahnya kasus sosial yang merebak di tengah masyarakat. Masalah lingkungan menjadi sorotan tajam dan hingga kini sulit diatasi, perlu sebuah sistem untuk mengaktifasi semua komponen agar bergerak bersama. Dalam sebuah wadah kecil, Forum Krama Muda Nusa Penida yang dibentuk sejak tahun 2009 lalu mencoba mendobrak kebuntuan dengan menggerakkan komponen kaum muda untuk lebih peduli lingkungan sekitar. Lewat berbagai aksi, FKMNP setidaknya sudah membangunkan kesadaran kaum muda dan memberi inspirasi kecil tapi nyata.

FKMNP, peserta dan panitia foto bersama usai kegiatan bersih-bersih di Pura Penataran Ped (19/4)

FKMNP, peserta dan panitia foto bersama usai kegiatan bersih-bersih di Pura Penataran Ped (19/4)

Akhir Desember 2014 lalu, FKMNP tutup tahun dengan penanaman bunga kembang kertas di Pura Puncak Mundi. Berikutnya, bertepatan dengan pujawali di Pura Ped yang jatuh (15/4) lalu, FKMNP kembali ngayah bersih-bersih di areal pura. Kegiatan dilakukan pada Minggu, (19/4) sekitar pukul 07.30 dan berakhir pukul 10.00. Membludaknya jumlah umat yang tangkil selama hampir 6 hari hingga nyineb (red; penutupan) secara otomatis menyisakan banyak sampah. FKMNP dan pengurus pun merancang kegiatan ngayah. Ketua FKMNP, I Komang Budiarta yang ditemui di pelataran pura mengakui, kegiatan ngayah sudah masuk agenda rutin.

“Untuk kegiatan nyayah sudah menjadi agenda tetap setiap pujawali. Pesertanya sendiri merupakan perwakilan dari sejumlah STT, OSIS SMA/SMK, Dewata Scooter Club. Ini wujud nyata kepedulian kami sekaligus aktualisasi dari konsep Tri Hita Karana yang kita miliki,” terang Budiarta.

“Selain ngayah, kita juga bersosialisasi dengan rekan-rekan dari berbagai daerah sekaligus sembahyang bersama,” imbuhnya.

Informasi dari Humas FKMNP menyebut setidaknya ada 75 peserta dari berbagai unsur. Sejumlah STT mengirimkan perwakilan antara lain STT Nyuh Kukuh, STT Banjar Tiagan, Tanglad, Batumulapan, STT Banjar Jurang Batu, Banjar Subia, OSIS, Dewata Scooter Club dan sejumlah LSM. Pembersihan menyasar seluruh area dari bibir pantai, pelataran masing-masing palebahan pura hingga areal parkir. Sampah yang terkumpul langsung diangkut oleh truk sampah yang sudah stand by. Pemedak yang sudah usai sembahyang juga terlihat turut serta memungut sampah.

Panitia pujawali, I Nyoman Pindah yang mendampingi selama kegiatan sangat berterima kasih dengan aksi bersih-bersih yang dilakukan FKMNP. Pihak panitia sangat terbantu dalam penangan sampah mengingat jumlah sampah membludak.

“Kami berterima kasih sekali sudah dibantu oleh adik-adik dari forum,” ujar Pindah pada sesi penutupan.

Sementara perwakilan OSIS SMK N 1 Nusa Penida, I Ketut Didi sangat mendukung dan mengaku siap untuk kegiatan berikutnya. “Kami dari OSIS selalu siap sepanjang kegiatan itu bermanfaat. Kami tidak hanya dididik secara akademik tetapi ada sisi lain yang juga harus diseimbangkan,” ungkap pelajar kelas XI ini sambil malu-malu.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Made Ludra