Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | FKMNP: Kembang Kertas, Ikon Baru Layaknya Sakura Jepang
 

FKMNP: Kembang Kertas, Ikon Baru Layaknya Sakura Jepang

KLUMPU, NUSA PENIDA POST

Setelah penantian yang cukup panjang, hujan sudah turun di awal Desember lalu. Warga pun sedikit sumringah, masalah kekurangan air sudah teratasi bahkan petani sudah mulai bercocok tanam. Wilayah kepulauan Nusa Penida yang terpisah dari daratan utama Bali memiliki kuntur topografi yang mayoritas berupa perbukitan bergelombang. Rata-rata curah hujan pun sangat kecil, yakni 1562,67 mm setiap tahun. Kondisi lahan perbukitan yang begitu gersang di musim kemarau, kini berganti wajah dengan rona hijau. Tanaman palawija seperti jagung, singkong, kacang-kacangan dan terlihat tumbuh subur di kebun warga sementara lahan marginal yang didominasi batu kapur hanya ditumbuhi rumput liar dan tanam-tanaman gamal maupun perdu serta semak belukar.

Secara historis, Nusa Penida termasuk kawasan subur dengan areal persawahan. Bukti ini diperkuat oleh penelitian Ida Bagus Nyoman Sidemen, sejarawan dari Universitas Udayana bahwa tandusnya lahan yang ada sekarang akibat adanya pembabatan hutan yang berlebihan. Penelitian yang dilakukan tahun 1973 juga mengkonfirmasi keberadaan pohon-pohon besar di areal perbukitan. Catatan sejarah juga menunjukkan bahwa warga yang ketundung (red; dibuang) dari kerajaan Klungkung, Gianyar dan Bangli dihukum dengan tugas membabat hutan menjadi areal persawahan. Kita masih bisa menyaksikan jineng (red; lumbung) berdiri kokoh di setiap pekarangan warga dan hingga akhir tahun 1960-an warga masih menanam padi. Sistem persawahan terasering yang biasa disebut abangan atau bataran masih menjadi bukti tak terbantahkan.

FKMNP mengajak generasi muda untuk menanaman bunga kertas sebagai ikon baru

FKMNP mengajak generasi muda untuk menanaman bunga kertas sebagai ikon baru

Berpegangan pada slogan ‘kecil tapi nyata’ Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) melaksanakan penanaman pohon dengan menyasar areal perbukitan, tepatnya kawasan Pura Puncak Mundi. Informasi dari panitia menyebutkan bahwa penanaman pohon dilakukan pada Kamis, 25 Desember 2014 yang rencananya dihadiri langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Kegiatan penghijauan juga diikuti unsur Camat, Polsek, Koramil, FNPF, Komunitas Vespa Dewata Chapter Nusa Penida, Perwakilan STT dari masing-masing banjar di Desa Klumpu, siswa-siswa SMP dan SMA Satu Atap Klumpu, Kepala Desa Klumpu termasuk perangkat pengurus Pura Puncak Mundi. Acara penanaman pohon merupakan agenda rutin yang dilakukan FKMNP sejak 2009 disamping kegiatan sosial lainnya.

Ketua Forum Krama Muda Nusa Penida, Agus Gede Koriana yang dikonfirmasi, Senin, (22/12) kemarin mengatakan penanaman dilakukan di kawasan perbukitan Pura Puncak Mundi dan pohon yang ditanam adalah kembang kertas. Menurutnya, pemilihan bunga kembang kertas dengan sejumlah pertimbangan.

“Tahun ini kita pusatkan kegiatan di Pura Puncak Mundi. Kami sengaja memilih opsi bunga kembang kertas karena mudah tumbuh di lahan bebatuan yang sesuai dengan kondisi geografis kita. Pertimbangan lain, bunga ini bisa dipakai sarana persembahyangan dengan warna beragam,” terang Agus (22/12).

“Ini jadi pilot project dan kita berharap bisa tumbuh subur dan kedepan menjadi maskot Nusa Penida,” tambahnya.

Bunga dengan nama ilmiah bougainvillea bisa tumbuh di kawasan beriklim tropis dan  mampu beradaptasi dengan lahan kering. Penataan yang apik dengan perpaduan warna-warni bisa menjadi mark baru yang tak jauh beda dengan bunga sakura di Jepang. Dari sisi ekonomis, bunga kembang kertas bisa dijadikan pewarna alami makanan dan pewarna kain tenun terlebih dengan adanya kerajinan tenun cepuk dan rangrang dengan konsep pembuatan back to nature.

Sementara Dewan Pembina FKMNP, I Made Ludra mengatakan sengaja menggandeng generasi muda baik STT, siswa-siswi SMP/SMK agar menjadi duta lingkungan yang secara khusus  mengarah pada penciptaan kembang kertas sebagai ikon baru seiring geliat Nusa Penida sebagai destinasi wisata.

“Ini kegiatan positif disela-sela liburan sekolah, pelibatan generasi muda ini penting sebagai duta lingkungan sekaligus edukasi sederhana karena peran mereka di masa mendatang sangat vital,” pungkas Ludra (22/12).

Reporter: Wayan Sukadana

Editor: I Gede Sumadi