Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | FKMNP: Crystal Bay Beach Clean Up Ajang Sosialisasi dan Peningkatan Peran Kaum Muda
 

FKMNP: Crystal Bay Beach Clean Up Ajang Sosialisasi dan Peningkatan Peran Kaum Muda

SAKTI, NUSA PENIDA POST

Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) menyelenggarakan kegiatan bersih pantai yang bertajuk ‘Crystal Bay Beach Clean Up,’ Minggu, 29 Desember 2013 di Pantai Penida. Kegiatan ini melibatkan perwakilan seluruh sekaa teruna yang ada di Desa Sakti yang juga dihadiri Camat Nusa Penida, Kepala Desa Sakti, Kepala Dusun Sakti, Bendesa Desa Pekraman Sakti, Kelian Banjar Penida, Kepala UPT Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua FKMNP, Agus Gede Koriana yang didampingi Sekretaris, I Gede Sumadi mengungkapkan bahwa aksi bersih pantai kali ini menjadi media sosialisasi untuk mengajak kaum muda lebih berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan FKMNP sebagai inisiator. Agus Juga menilai peran kaum muda sangat strategis dan menentukan dalam pembangunan sebuah wilayah.

“Kita tidak perlu yang besar, cukup kecil tapi nyata. FKMNP menginisiasi kaum muda untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya menjaga pulau kita. Kegiatan kali ini kita juga akan berupaya membedah sejauh mana keterlibatan anak muda Nusa Penida dalam pembangunan terutama terkait konservasi kawasan perairan yang otomatis bersentuhan dengan perkembangan pariwisata ke depan,” jelas Agus.

Menurut sumber terpercaya dari panitia, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun disamping juga program lain yang menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan. Pukul 08.30, kegiatan bersih pantai dimulai dengan membagi peserta menjadi dua kelompok. Setelah hampir dua jam melakukan pembersihan, tak kurang dari 3 ton sampah terkumpul di tiga titik yang didominasi sampah kiriman yang terbawa oleh pasang air laut. Puluhan wisatawan domestik dan asing juga turut memungut sampah secara bersama-sama.

“It’s great action to take care the beach,” (red; ini upaya yang luar biasa untuk menjaga keindahan pantai), seru David, bule dari Kanada yang juga volunteer pengajar Bahasa Inggris.

Selain bersih pantai yang dipusatkan di Crystal Bay, FKMNP juga menggelar diskusi terbuka

Selain bersih pantai yang dipusatkan di Crystal Bay, FKMNP juga menggelar diskusi terbuka

Pada sesi selanjutnya, Panitia FKMNP membuka diskusi terbuka dengan tema Permasalahan dan Potensi KKP Nusa Penida serta Peran serta Kaum Muda dalam Pengelolaannya’. Berbagai isu hangat pun menyeruak termasuk sedikit kilas balik pembangunan Nusa Penida dalam sepuluh tahun belakangan. Banyak dari peserta yang berpandangan bahwa pembangunan selama ini hanya sekedar  program tanpa menyentuh permasalahan seutuhnya. Lebih jauh ada yang menyoroti pembangunan selama ini hanya bersifat fisik semata dan di permukaan saja, sementara pembangunan non-fisik cenderung diabaikan termasuk pengelolaan kekayaan dan potensi pariwisata yang belum optimal.

Di sisi lain, founder FKMNP, I Ketut Suarma yang berkesempatan bersuara langsung menyodok camat yang hadir. Ketut meminta agar camat memfasilitasi semua STT yang ada di Nusa bisa diwadahi dalam satu induk organisasi sehingga langkah dan visi lebih padu.

“Tiang minta kepada Bapak Camat menggedor bawahan Bapak, seperti kepala desa dan bendesa agar memberi ruang anak muda untuk berkreasi dengan dukungan anggaran. Bagaimanapun juga semua STT yang ada harus disediakan satu wadah induk,” pinta Ketut dengan nada lantang.

Menanggapi permintaan tersebut, camat menyebut bahwa Anggaran Dana Desa di setiap desa seharusnya mencantumkan anggaran untuk karang taruna.

“Saya sudah sampaikan berkali-kali agar kepala desa yang menyusun ADD mesti menyediakan anggaran untuk karang taruna. Kalau untuk mewadahi STT yang ada kita akan coba fasilitasi apalagi sudah ada FKMNP, jadi tinggal mengkoordinasikan saja,” jelas I Ketut Sukla, Camat Nusa Penida.

Reporter : Santana ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi