FGD Pengelolaan Pariwisata Nusa Penida Berkelanjutan

SUANA, NUSA PENIDA POST

Industri pariwisata di kawasan Kepulau Nusa Penida tumbuh lebih cepat dari perkiraan bahkan banyak pihak menyebut perkembangnya di luar perencanaan. Pesatnya pertumbuhan pariwisata bisa dilihat dari jumlah kunjungan yang secara grafik menunjukkan pertumbuhan siginifikan. Laporan BPS menyebut jumlah kunjungan pada 2015 pasca Nusa Penida Festival pertama melonjak di angka 264.708 dan jumlah ini diperkirakan tembus 300.000 wisatawan di tahun 2017. Kondisi ini juga berbanding lurus dengan pembangunan akomodasi wisata yang semakin menjamur.

Fokus Grup Diskusi Pengelolaan Pariwisata Nusa Penida Berkelanjutan di Kabeh Jati Garden Villas, Rabu (28/6)

Besarnya pergerakan pariwisata dengan segala potensinya bisa saja anjlok jika pengelolaan dilakukan serampangan. Nusa Penida Media pun mendorong semua pihak duduk bersama untuk membuat ‘road map’ pembangunan pariwisata dengan menggelar Focus Group Discussion dengan tema ‘Pengelolaan Pariwisata Nusa Penida Berkelanjutan’ yang digelar di Kabeh Jati Garden Villas, Banjar Semaya, Desa Suana, Rabu, (28/6). Diskusi dihadiri langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, anggota DPRD Klungkung I Made Jana dan pengusaha sekaligus pelaku pariwisata I Made Wijaya sebagai narasumber dan dipandu langsung praktisi dan pelaku wisata I Ketut Pesta.

Pemimpin Redaksi Nusa Penida Media, I Gede Sumadi menjelaskan diskusi digelar untuk memfasilitasi pemangku kepentingan dengan masyarakat khususnya pariwisata untuk menentukan arah pembangunan pariwisata yang sustainable (red; berkelanjutan) yang mengandalkan wisata alam, spritual, budaya dan bahari.

“Acara diskusi yang menghadirkan pelaku pariwisata, masyarakat, akademisi, praktisi, termasuk pihak legislatif dan eksekutif sebagai wadah untuk memfasilitasi dialog lintas sektoral. Kami berharap ada persamaan persepsi mau dibawa kemana pariwisata Nusa Penida ke depan,” ungkap Sumadi.

“Jangan sampai pariwisata yang sudah meningkat jadi redup gara-gara salah kelola. Banyak daerah wisata yang ditinggalkan akibat buruknya pengelolaan, mulai dari tidak adanya lembaga, promosi yang minim, daya dukung rendah, masalah ekologi dan sampah, termasuk kesiapan sumber daya manusianya. Itu menjadi dasar kami membuat diskusi kali ini,” imbuhnya.

I Made Wijaya dalam paparannya berharap pemerintah dalam penentuan tarif pariwisata berdiskusi dengan pengusaha pariwisata sehingga ada batasan standar. Wijaya juga mendorong kegiatan promosi  berkelas semisal Sail Nusa Penida.

“Kalau Sail Nusa Penida bisa terwujud, itu luar biasa. Bisa dibayangkan berapa cruise yang berlabuh di termasuk yacht dengan ribuan wisatawannya,” ujar Wijaya.

Sementara anggota DPRD I Made Jana lebih menyoroti agar perkembangan pariwisata lebih berkualitas. Pihaknya menjamin angggota dewan pasti akan mendukung pembangunan pariwisata berkualitas termasuk infrastruktur pendukungnya. Disisi lain akademisi yang juga asesor I Gede Tanjung menekankan egosentris sumber daya manusia masih terasa. Menurut hasil pengamatannya, mayoritas pekerja pariwisata memiliki pemahaman yang minim tentang hospitallity (red; pelayanan) padahal kunci utama pariwisata tergantung pada pelayanan.

“Destinasi wisata sudah bagus tetapi pekerja pariwisata banyak yang tidak memahami pelayanan secara utuh. Pemerintah sebaiknya meningkatkan kesadaran wisata masyarakat. Mereka dilatih skill, pengetahuan dan sikapnya agar membuat wisatawan betah, aman dan nyaman,”ucap Gede.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang diberondong sejumlah pertanyaan terkait kesiapan infrastruktur dan pembentukan lembaga khusus pengelola pariwisata mengakui pihaknya sudah membuat kajian termasuk konsep termasuk pembangunan pelabuhan segitiga emas dan pendukung lainnya.

“Kita akan membentuk dua badan pengelola untuk 3 pulau di Nusa Penida. Kita telah buat kajiannya. Badan pengelola itu yang akan bekerja dalam mengelola pariwisata Nusa Penida dengan baik dan  bisa berkelanjutan,” jelas Suwirta

“Untuk infrastruktur seperti jalan dan air telah, sedang dan akan terus dilakukan dilakukan . Untuk tahun 2017 ini akan diperbaiki jalan-jalan menuju akses pariwisata seperti jalan menuju Atuh, Pasih Huug dan Pantai Kelingking,” tambah Suwirta.

Reporter: I Komang Budiarta & Santana Ja Dewa

Editor: I Made Ludra