Festival Nusa Penida, Kesan Pertama Begitu Mempesona

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Pemkab Klungkung tampaknya semakin serius menggarap potensi pariwata yang ada di Nusa Penida, terbukti dengan diselenggarakannya festival. Acara yang dihelat selama empat hari, mulai 8 sampai 11 Juni 2014 menampilkan semua keunikan alam dan budaya. Meski minim persiapan, panitia festival mengaku all out termasuk warga dan anak-anak muda yang secara sukarela ikut lembur.

Hari pertama agenda festival diisi dengan berbagai acara, sejak pagi program touring dengan 300 visitor diajak mengunjungi Desa Tanglad dan Pantai Crystal Bay yang bekerjasama dengan ASITA Bali serta travel agent. Sejumlah pengunjung mengaku kepincut dengan pesona alam Nusa Penida. Taniba dan keluarga, pengunjung asal Medan mengaku terkesan dengan apa yang ada di Nusa Penida. “Sangat luar biasa keindahan yang ada di pulau ini, amazing,” ucap Taniba.

Karnaval budaya pada Festival Nusa Penida, Minggu, 8 Juni 2014

Karnaval budaya pada Festival Nusa Penida, Minggu, 8 Juni 2014

Sementara di pusat acara, panitia mengadakan lomba kuliner dengan melibatkan perwakilan dari 16 desa. Setiap desa diwajibkan menyajikan menu khas Nusa Penida. Aneka menu unik pun disajikan antara lain, nasi sela, be awan sambal matah (red; mentah), puding rumput laut, bolu jagung, perkedel rumput laut. Bahkan menu istimewa yang eksklusif adalah bubur sarang burung walet yang disajikan perwakilan Desa Sekartaji.

Menjelang siang, warga sudah datang memenuhi area festival, sebagian mengunjungi stand pameran UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan fotografi sambil menanti pembukaan festival. Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Klungkung karena Gubernur Bali yang dijadwalkan hadir ternyata berhalangan. Begitu gong dibunyikan, prosesi karnaval budaya dimulai dengan penampilan para peserta. Beragam kesenian unik dipentaskan seperti Jangkang Pelilit, Gandrung Bungan Urip, Sanghyang Gerodog, Gambuh, Joged Bumbung serta kesenian asli lainnya.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta yang diwawancarai usai karnaval mengatakan, festival digelar untuk mempromosikan keindahan alam dan keunikan budayanya.

“Festival bertujuan mempromosikan Nusa Penida baik potensi alam maupun budaya. Kita menampilkan berbagai atraksi budaya asli yang ada termasuk kegiatan bahari yang dihadiri langsung Menteri kelautan dan Perikanan, Bapak Sharif Cicit Sutarjo. Ada penanaman mangrove dan transplantasi karang. Ini usaha awal agar Nusa Penida lebih dikenal secara global,” terang Suwirta usai karnaval budaya.

“Kita yakin, Nusa Penida sebagai telur emas Klungkung, dengan niat baik semua stakeholder, kita bisa bangun Nusa Penida dan Klungkung. Harapan kami festival ini berkelanjutan karena kalau hanya sekali mungkin tidak maksimal,” tambahnya dengan nada sumringah. Hingga berita ini diturunkan, pergelaran hiburan dan pementasan seni tari masih berlangsung di Lapangan umum Batununggul.

Reporter: I Gede Sumadi & Oka Sanjaya

Editor: Redaksi