Festival Hari ini, Pakelem dan Pementasan 1.000 Penari Rejang

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

Hari kedua Nusa Penida Festival diisi dengan upacara pakelem dan pementasan 1.000 penari rejang di selat yang menghubungkan Ceningan dan Lembongan, tepat di sebelah barat Jembatan Kuning. Sejak pukul 06.00 Wita, para penari sudah bersiap lengkap dengan busana tari. Ada 1.000 penari yang terdiri dari siswi SD, SMP, SMA serta ibu-ibu PKK. Selat sempit yang air laut yang surut menjadi panggung alami dan berubah warna dengan ribuan penari.

Pementasan rejang massal pada hari kedua festival

Pementasan rejang massal pada hari kedua festival

Menurut panitia Ketut Narya yang juga Sabha Desa Lembongan, tarian rejang sengaja dipilih karena diyakini berfungsi untuk menyambut hadirnya dewa-dewi untuk memberikan keselamatan dan kesejahteraan pada alam semesta.

“Pekelem dan rejang dewa massal 1.000 penari sebagai wujud penghormatan pada Dewa-Dewi yang telah memberi keselamatan dan kesejahteraan, Khususnya Dewa Baruna. Mengingat Nusa Penida khususnya Lembongan hidupnya dari laut. Bagaimanapun upaya kita secara skala (duniawi), tanpa restu niskala (Tuhan) semua akan sia-sia. Untuk itu kita mohon keselamatan kepada Beliau,” terang Ketut.

Ketika rekan-rekan media mengkonfirmasi jumlah 1.000 penari, dijelaskan bahwa sesuai dengan lontar samkya, angka 1.000 berarti ‘satu’ yang pertama sebab angka nol tidak dihitung. Dijelaskan pula pakelem menggunakan ayam dan bebek hitam sebagai simbol Siwa yang fungsinya pelebur semua kekotoran di alam semesta.

Membludaknya jumlah warga yang mengikuti prosesi membuat jembatan kuning harus buka tutup. Menjelang prosesi, penari rejang dibagi dalam 10 kelompok dengan dua kelompok membentuk lingkaran besar mengelilingi pusat prosesi, sisanya berada pada posisi sesuai arah mata angin. Iringan tabuh gong membuat prosesi semakin hikmat. Usai pementasan, puluhan penari rejang berteriak dan kerauhan. Panitia dan pemangku terlihat menenangkan penari dengan percikan tirta. Sebelum sembahyang bersama, bupati berkesempatan mulang pekelem. Tampak hadir wakil bupati, jajaran DPRD hingga DPR RI serta masyarakat.

Reporter: I Gede Sumadi & Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi.