Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Empat Kandidat Kades Tanglad Unjuk Kompetensi Dalam Penyampaian Visi Misi
 

Empat Kandidat Kades Tanglad Unjuk Kompetensi Dalam Penyampaian Visi Misi

NPP31

Untuk download Nusa Penida Post Vol 31 klik gambar di atas!!!

Tanglad, Nusa Penida Post
Perhelatan politik tidak hanya menjadi arena tanding bagi para politikus besar di negeri ini, atas nama demokrasi,semua warga negara berhak dan aktif tanpa terkecuali. Hal ini tampak jelas pada pemilihan calon Kepala Desa Tanglad periode 2013 – 2019.

Meski hanya menjadi calon kepala desa di Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, empat kandidat Kades, yakni I Wayan Bangsa, I Ketut Ngurah Mudiana, I Gede Ngurah Natih dan I Nyoman Suketrisna berani mengikuti debat penyampaian visi dan misi di hadapan masyarakat Desa Tanglad. Ajang ini menjadi sangat istimewa mengingat baru pertama kali pemilihan kepala desa harus melalui uji debat kandidat khususnya di Kecamatan Nusa Penida.

“Keberanian kandidat untuk ikut dalam penyampaian debat visi dan misi secara terbuka di hadapan masyarakat, menandakan kesungguhan hati untuk menjadi pemimpin di tingkat birokrasi pemerintahan paling mendasar di Republik Indonesia ini,” ungkap I Wayan Sudiana selaku Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Desa Tanglad usai pengundian nomor urut calon Perbekel, Minggu, 28/7/2013. Sudiana menambahkan, sebelum debat kandidat digelar, semua calon wajib lulus serangkaian fit and proper test. Uji kelayakan dan kepatutan meliputi seleksi administrasi, tes tertulis serta test wawancara yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Juli 2013.

Sesuai kesepakatan kandidat Perbekel Desa Tanglad, debat kandidat diadakan agar penyampaian berbagai program melalui visi dan misi dapat diketahui secara langsung oleh masyarakat. Ini juga merupakan pendidikan politik paling nyata dan aktual bagi masyarakat. Mereka harus menjadi insan cerdas dengan mengedepankan pemikiran logis, praktis dan realistis. “Debat ini juga diharapkan mengurangi black campaign atas nama banjar, soroh dan para kandidat benar-benar menunjukkan profesionalisme mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat dengan jelas menentukan pemimpinnya tidak salah pilih setelah mengetahui program yang disampaikan melalui debat,” jelas Wayan yang juga saat ini masih aktif menjadi Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanglad

Kantor Kepala Desa Tanglad dengan land mark Patung Catur Muka

Kantor Kepala Desa Tanglad dengan land mark Patung Catur Muka

Debat kandidat Perbekel akan dilaksanakan pada Minggu, 25 Agustus 2013, sekitar pukul 11:00 Wita yang bertempat di Balai Desa Tanglad. Panitia akan menghadirkan panelis dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanglad serta panitia pelaksana sendiri. Debat terbuka ini juga memungkinkan masyarakat secara terbuka untuk mengajukan pertanyaan kepada keempat kandidat Perbekel. Salah satu tokoh muda Desa Tanglad, I Ketut Wiarta yang diminta pandangannya terkait debat pilkades, memandang positif kegiatan ini. “Setidaknya melalui debat kandidat, masyarakat tahu wawasan kandidat dan pola kepemimpinannya. Kepala desa terpilih harus bisa membenahi birokrasi di desa sebagai ujung tombak pelayanan publik,” papar Ketut yang konfirmasi via telpon (29/7). Ketut menyayangkan ada selentingan bahwa salah satu visi kandidat untuk mensejahterakan masyarakat. Ia menilai ini ngawur dan asal-asalan. “Itu bukan kapasitas atau domain kepala desa dan menjadi kewenangan pemerintah daerah karena terkait anggaran” pungkasnya.

Informasi yang diterima tim Nusa Penida Post, pemilihan kepala desa akan dilaksanakan pada, Senin, 9 September 2013. Sesuai data Daftar Pemilih Tetap (DPT), empat kandidat yang bersaing akan memperebutkan 2.056 hak suara yang tersebar di empat dusun. Adapun dusun yang dimaksud adalah Dusun Tanglad, Dusun Julingan, Dusun Watas dan Dusun Hante. Panitia tidak membuat tempat pemungutan suara di masing-masing dusun tetapi semua pemilih wajib datang ke Balai Desa Tanglad mengingat jumlah pemilih tidak terlalu banyak.

Reporter : I Gede Purwa Adnyana