Eksotika Mata Air Suehan di bibir Samudra Biru

Nusa Penida Post Vol 10Kering kerontang tanpa mata air, itulah kesan Pulau Nusa Penida. Stigma itu melekat kental dan secara tidak langsung mendeskripsikan bahwa penghuni pulau ini susah mendapatkan sumber air minum apalagi untuk mandi. Anggapan tersebut terbantahkan dengan munculnya puluhan sumber mata air yang tersebar di seluruh pulau. Satu dari sekian mata air tersebut adalah Mata Air Suehan. Sedari dulu tetesan demi tetesan, mampu memberi kehidupan pada masyarakat sekitar. Tak kalah kreatif, masyarakat Banjar Watas membuat kubangan secara tradisional untuk menampung tetesan mata air. Tetesan air itu ditampung dalam beberapa kubangan dengan kapasitas yang berbeda. Penampungan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai ketentuan adat setempat. Sebuah Mata Air yang layaknya Air Mata menetesn kehidupan. Tidak hanya masyarakat dan hewanpeliharaan saja yang meneguk mata air itu. Ratusankera penghuni Pantai  Suehan pun ikut meneguk danmenjaganya. Hewan primata ini menghuni hutan Suehanlayaknya rumah bagi mereka. Tebing yang curammenjulang ke laut menjadi lintasan alami hewan cerdasini. Untuk membaca detailnya klik link ini : Nusa Penida Post Vol 10