Dua Pemancing Hilang Ditelan Gelombang

BATUMADEG, NUSA PENIDA POST

Kawasan pantai Nusa Penida dengan gugusan tebing tinggi menjadi lokasi ideal untuk memancing. Banyak yang menyebut memancing tepian sensasi samudera karena memang pulau bagian selatan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Medan curam dan ekstrim menjadi tantangan tersendiri bagi para mancing mania. Bahkan beberapa lokasi pemancingan yang dilihat dari laut membuat kita geleng-geleng. Bisa dibayangkan dengan kemiringan hampir 90 derajat dengan ketinggian hampir 200 meter dan hanya menyisakan sedikit bibir tebing untuk berdiri, nyatanya pemancing tetap nekat melepas joran.

Pihak terkait melakukan koordinasi untuk pencarian dua pemancing yang terseret gelombang

Pihak terkait melakukan koordinasi untuk pencarian dua pemancing yang terseret gelombang

Sudah sekian kali kasus para pemancing terseret gelombang dan kali ini kembali menelan dua korban jiwa yakni Adi Tago asal Sumba, NTT dan Ketut Sukaja dari Tabanan. Informasi yang dihimpun menyebutkan kelompok pemancing ini turun sekitar pukul 22.00 ke Batu Banah, Banjar Salak, Desa Batumadeg dan terbagi dalam dua kelompok, masing-masing terdiri dari 3 orang. Kelompok pertama berada pada posisi terdekat dengan laut tiba-tiba disapu gelombang besar. Dalam hitungan detik dua tubuh korban hilang ditelan ganasnya gelombang, beruntung satu dari kelompok pertama yakni Sandi berhasil selamat dengan berpegangan pada karang. Sandi pun berteriak dan didengar oleh kelompok kedua yang langsung menolong rekannya.

Berikut adalah nama-nama pemancing yang berhasil selamat, Sandi (38) pegawai swasta asal Kuta, Badung, Toni (34) pegawai swasta asal Dalung, Badung, Martinus Sandi (28) pegawai Swasta asal Denpasar dan Nyoman Tri Sutrisna (32) asal Taman Geria, Badung.

Hingga pagi ini proses pencarian jenazah korban masih dilakukan. Kapolsek Nusa Penida, AKP Gede Arianta yang dikonfirmasi disela-sela pencarian, Minggu (27/6) menyebutkan laporan kejadian baru bisa masuk satu jam setelah kejadian. Lemahnya sinyal jaringan komunikasi membuat laporan tidak bisa masuk lewat layanan call center. Rencananya, pencarian juga dilakukan dengan penyisiran menggunakana helikopter dari Basarnas mengingat lokasi sulit dijangkau lewat jalur darat maupun laut.

“Hari ini penyisiran pencarian korban dilakukan. Kita melibatkan unsur Basarnas Bali, BPBD Klungkung serta komponen diving yang ada di Toya Pakeh. Lokasi korban sangat sulit dijangkau baik lewat darat maupun laut,” terang Kapolsek.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi