Dua Kapal Nelayan Kompresor Ditangkap Tim Patroli

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Dua kapal nelayan yang terbukti menggunakan kompresor kembali berulah di zona konservasi pada Sabtu sore (5/11). Mereka pun berusaha mengelabui petugas dengan mulai beroperasi pada sore hingga malam hari. Perburuan dua kapal nakal ini berawal dari laporan warga Desa Bunga Mekar. Sekitar pukul 14.00 warga melihat ada kapal mencurigakan yang melintas di sekitar Pantai Kelingking menuju Manta Point. Warga pun langsung menyampaikan laporan ke tim UPT. KKP Nusa Penida. Pihak UPT. KKP pun menurunkan tim pantau dari daratan untuk memastikan keberadaan kapal agar bisa mengerahkan tim patroli .

Tim Patroli KKP menyita selang dan kompresor yang digunakan nelayan beroperasi di kawasan konservasi

Tim Patroli KKP menyita selang dan kompresor yang digunakan nelayan beroperasi di kawasan konservasi

“Kita menerima laporan warga nelayan nakal beraksi. Tim bergerak ke lokasi ternyata benar nelayan tersebut tidak sesuai aturan menangkap ikan dengan kompresor di Manta Poin dan Pasih Uug, Desa Bungamekar,” terang Komang Karyawan Kepala UPT. KKP usai patroli.

“Kami berterima kasih kepada warga dan juga tim Coral Triangle Center yang sudah membantu memfasilitasi kegiatan patroli,” imbuh Karyawan.

Melalui koordinasi dengan pihak Polsek, Polair dan Coral Triangle Center (CTC), tim patroli gabungan pun berangkat dari Toya Pakeh sekitar pukul 17.25 Wita. Tepat di kawasan Manta Point, tim menangkap kapal pertama pada pukul 18.25 Wita dengan nama lambung Putri Andini dengan kapten kapal Fahrul Rozi. Menurut keterangan ABK, kapal yang berasal dari Tanjung Benoa dengan 6 orang awak masing-masing Ping Pong, Jus, Jemaidi, Akin, Aiman, dan Yoga.

Kapten kapal pun langsung digiring ke boat patroli termasuk barang bukti berupa selang dan kompresor. Tim patroli meminta kapal nelayan mengikuti dari belakang namun berdalih mesin utama mati dan hanya mengandalkan mesin tempel, kapal bandel ini pun diketahui kabur menuju Tanjung Benoa. Dalam perjalan balik, tim kembali menemukan kapal bercadik tanpa nama yang sedang menangkap ikan di kawasan konservasi Pasih Huug. Kapal begal ini pun kedapatan menangkap ikan di zona konservasi dengan kompresor dan spear gun. Kapten kapal Samsul Bahari pun diangkut ke kapal petugas dan barang bukti sementara kapal diminta berlabuh di Toya Pakeh mengikuti kapal patroli.

Kapten kapal dan ABK-nya selanjutnya dimintai keterangan oleh pihak Polsek Nusa Penida. Masyarakat berharap, ada tindakan tegas agar ada efek jero dan kapal-kapal bandel tidak lagi berulah di kawasan konservasi. Hingga pukul 21.00 Wita, Kapal Putri Andina tidak tampak berlabuh di Toya Pakeh, hasil kontak via telepon ABK, kapal mengarah ke Tanjung Benoa. Outreach Site Manager CTC, Dewa Wira Sanjaya menegaskan peran masyarakat sangat penting dalam melakukan pengawasan secara efektif.

“Mengefektifkan peran pokmaswas sepertinya langkah yang paling cepat saat ini. Kami koordinasikan dengan UPT KKP agar bisa bertemu dengan pokmaswas dan para pihak yang konsen. Kami dari CTC Coral Triangle Center akan bantu untuk memfasilitasi langkah ini. Mudah-mudahan minggu depan ini bisa kita realisasikan pertemuannya,” jelas Wira.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Komang Budiarta

Editor: I Gede Sumadi