Diretas dan Blank 14 Jam, Nusa Penida Media Kembali Bisa Diakses

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Situs Nusa Penida Media kembali diretas hingga tidak bisa diakses pada Minggu siang (29/11) sekitar pukul 14.30-an Wita. Peretasan ini diduga berkaitan dengan pemberitaan terkait pemberitaan sebelumnya. Sepanjang tahun 2015, telah terjadi sejumlah aksi peretasan, data redaksi menunjukkan bahwa pada 30 Mei 2015 situs juga sempat lumpuh beberapa jam setelah memuat berita penolakan warga Jungut Batu terhadap pembangunan sebuah hotel yang menyedot air tanah.

Situs www.nusapenidamedia.com sempat disusupi hingga tidak bisa diakses

Situs www.nusapenidamedia.com sempat disusupi hingga tidak bisa diakses

“Beberapa kali situs memang sempat diretas atau di-deface. Bulan Mei lalu juga sempat sementara yang kemarin setelah dicek, peretas tidak sampai masuk ke data base,” ujar I Gede Sumadi, Pemred Nusa Penida Media yang dikonfirmasi Senin pagi (30/11).

Informasi ini juga dibenarkan oleh Kepala Programmer, I Wayan Dana Asmara via telpon. Menurut Dana, peretas hanya mencoba masuk dan deface situs. Dari hasil pengecekan, peretas tidak masuk sampai data base Pihaknya pun akan meningkat keamanan security agar tidak mudah dibobol lagi.

“Setelah saya cek, peretas hanya men-deface sepertinya untuk uji security web. Tidak ada pesan lain yang ditinggalkan,” jelas Dana

Peretas pun tidak ada mengubah atau tidak masuk ke data base. Mungkin karena tidak berhasil masuk atau hanya sekedar deface. Pagi tadi sudah bisa kami recovery cuma untuk lebih memastikan siangnya baru bisa akses sepenuhnya,” imbuhnya.

Perkembangan teknologi saat ini memang semakin pesat dan bagi sebagian orang mungkin masih belum paham tentang ‘perang dunia maya’. Ulah para hacker atau peretas sering menggemparkan bahkan satu negara bisa lumpuh total. Orang-orang yang meretas situs dipastikan memiliki kemampuan bidang IT. Beberapa waktu lalu sejumlah situs kenamaan dunia juga sempat direntas termasuk situs badan intelejen, bank dan pejabat negara.

Reporter: I Komang Budiarta

Editor: NPM