Diduga Konsleting Listrik, Pasar Mentigi Terbakar

MENTIGI, NUSA PENIDA POST

Minggu malam, (16/3) sekitar pukul 20.00 wita, warga di kawasan Pasar Mentigi mendadak heboh akibat kebakaran yang menghanguskan 9 lapak di pasar tersebut. Pasar tradisional terbesar ini dilalap api yang diduga dari konsleting listrik.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Nyoman Suastika saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Api mulai menghanguskan sisi timur pasar dan merembet ke bagian barat.

“Pasar Mentigi terbakar mulai dari timur hingga barat. Ada titik lampu yang menyala saat diperiksa, nyala lampu tersebut tidak tahu siapa yang menyalakannya. Setelah dicek TKP, ternyata penyebabnya sambungan kabel yang tidak standar PLN dan hanya diisolasi memakai plastik. Sambungan tempel di lapak dagangan yang mudah terbakar seperti terpal serta barang yang mudah terbakar merupakan awal sumber api,” jelas Suastika.

Sejumlah lapak pedagang hangus terbakar di Pasar Mentigi

Sejumlah lapak pedagang hangus terbakar di Pasar Mentigi

“Hasil olah TKP juga menunjukkan bahwa pedagang sama sekali melakukan persembahyangan dengan menggunakan dupa, ini murni arus pendek listrik. Setelah dikomfirmasi sama pedagang, mereka menyambung instalasi mengunakan jasa buruh bukan pegawai PLN,” imbuhnya.

Disisi lain, Suastika sangat mengapresiasi kesigapan masyarakat di sekitaran Pasar Mentigi yang turun andil membantu memadamkan amukan api sebelum petugas datang ke lokasi kebakaran.

Sementara Koordinator Pasar, I Dewa Putu Rai mengungkapkan akibat kebakaran tersebut , 9 lapak pedagang hangus dan hanya mengisakan puing-puing. Kesembilan pedagang berasal dari Banjar Waru, Desa Klumpu diantaranya Ni Wayan Sudiasih dan Kadek Musti. Sementara yang lain, Jro Ketut Intan dari Batununggul, Kadek Tisnawati dari Banjar Jurang Pait. Dua pemilik lapak berasal dari Banjar Kutampi, yakni Ni Wayan Cinta dan Ni Ketut Ayu Yuniawati. Pedagang yang lapaknya turut menjadi korban adalah Nyoman Suti dan Men Sugit, keduanya asal Banjar Sental. Kerugian terbesar diderita pedagang atas nama Kadek Sumiasih asal Banjar Sebunipil,  sedangkan terkecil dialami Made Purna dari Kupatang.

“Berdasarkan hasil pengecekan sementara, total kerugian di atas Rp 62.100.000 hanya barang dagangan saja belum lapaknya. Saya sudah berulangkali menyampaikan kepada pemilik lapak, kalau mau memasang penerangan harus melapor ke petugas. Tapi tidak pernah dilaksanakan, parahnya mereka memasang sendiri. Akibat kebakaran tersebut, sembilan pedagang hanya bisa lihat dagangannya hangus,” ungkap Rai.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi