Destinasi Kepulauan Nusa Penida Sabet Dua Penghargaan Anugrah Pesona Indonesia

anNUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Geliat pariwisata Bali kini tidak hanya berpusat di daratan semata. Kepulauan Nusa Penida dengan tiga pulau utamanya semakin berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia. Ratusan ribu wisatawan asing dan domestik berkunjung setiap tahunnya. Destinasi wisata Crystal Bay, Pantai Atuh, Pasih Huug, Devil Tear, Angle Billabong, mangrove eco-tourism dan sejumlah objek lainnya semakin melambung dan trending topic di media sosial.

Sebelumnya pariwisata hanya berpusat di Nusa Lembongan dan kini tersebar merata termasuk di seluruh pulau. Peningkatan semakin terasa sejak digelarnya Nusa Penida Festival 2014 lalu. Keberadaan berbagai biota laut langka menjadi daya tarik tersendiri termasuk keindahan terumbu karang kelas dunia menjadi incaran para penyelam. Deburan ombaknya pun sanggup mendatangkan para peselancar dunia untuk bermanuver. Pesona alamnya pun diganjar dengan dua penghargaan sekaligus yakni Favorit II spot menyelam terpopuler di Pulau Nusa Penida dan Favorit II destinasi berselancar terpopuler di Pulau Lembongan. Secara total Bali meraih tiga penghargaan termasuk Favorit II kuliner tradisonal yakni ayam betutu.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Jakarta (16/9) lalu. Perkembangan pariwisata kepulauan di tenggara Bali sedang menggeliat dan naik daun. Berbagai terobosan promosi membawa dampak sigifikan. Media sosial juga diyakini memilik peran terdepan dalam mempromosikan destinasi wisata hingg amudah dikenal luas. Dalam akun media sosialnya, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta seluruh potensi dan keindahan yang ada agar tetap bisa dijaga untuk keberlanjutan.

“Melihat perkembangan ini mari kita bersyukur terhadap anugerah alam yang sangat indah ini, jaga, pelihara dan lestarikan. Tentu promosi dan kolaborasi dengan atraksi dan budaya akan menjadi tujuan wisata berkelajutan untuk anak cucu kita,”tulisnya sebagai dikutip dari laman media sosialnya.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi