Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Desa Pekraman Lembongan Gelar Aci Sanghyang Grodog
 

Desa Pekraman Lembongan Gelar Aci Sanghyang Grodog

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

Tari sanghyang merupakan seni tari kuno atau yang lebih dikenal tari wali yang dipentaskan untuk mengiringi rangkain upacara suci. Secara khusus masyarakat Lembongan memiliki tari sanghyang yang berbeda dengan kebanyakan tari sejenis yang ada di Bali daratan, baik dari rangkaian maupun sarana pengiringnya. Terhitung mulai Selasa, (9/8) hingga Sabtu, (20/8) warga Desa Pekraman akan menggelar ritual Sanghyang Grodog yang dipusatkan di catus pata (red; perempatan) setempat. Panitia acara yang dikonfirmasi Jumat kemari (5/8) I Wayan Suwarbawa mengatakan berbagai persiapan sudah dirancang jauh hari sebelumnya untuk menyambut pelaksanaan ritual Aci Sanghyang Grodog.

Salah satu prosesi Tari Sanghyang Grodog

Salah satu prosesi Tari Sanghyang Grodog

“Ritual berlangsung dari 9 sampai dengan 20 Agustus 2016. Adapun persiapannya kita sudah mulai melaksanakan latihan gending sanghyang pada 27 Juli. Matur piuning di kahyangan desa, nyukat genah dan nancep tetaring serta mlaspas tanggal 3 Agustus kemarin,” terangnya.

Tari ritual Sanghyang Grodog sempat mengalami masa suram dan mati suri hampir 29 tahun hingga akhirnya dibangkitkan kembali pada 2012 lalu. Penyebutan nama Grodog berasal dari sarana yang dipergunakan mirip kendaraan yakni ‘Gegulak’. Gesekan antara roda Gegulak dengan tanah menciptakan suara grodog-grodog dan munculnya nama Sanghyang Grodog. Warga meyakini, ritual tari ini bisa meminimalisir aura negatif dan berfungsi untuk membersihkandesa secara niskala (red; kasat mata) termasuk mencegah wabah penyakit dan bencana yang kerap melanda. Pementasan tari juga bertujuan melestarikan khasanah budaya setempat dan selama prosesi akan terjalin semangat kebersamaan antar warga.

“Salah satu tujuannya untuk melestarikan warisan budaya leluhur Lembongan. Mengimplementasikan nilai budaya adi luhung yang terkandung didalam warisan budaya Sanghyang Grodog seperti meningkatkan kesadaran diri dan mempererat kerjasama dan gotong royong dan mewujudkan keselarasan dan keseimbangan alam semesta yang diimplementasi melalui konsep Tri Hita Karana,” papar Suwarbawa

Prosesi ritual Sanghyang Grodog tergolong cukup lama, rangkaian tari akan dipentaskan selama 11 hari berturut-turut. Tak kurang dari 23 jenis tari sang hyang mengiringi upacara aci kali ini. Hampir seluruh konsep tari diadopsi dari alam sekitar yang menunjukkan berbagai tahapan kehidupan. Pementasan terakhir adalah Sanghyang Bunga sebagai simbol menyambut hari dan harapan yang lebih baik.

Reporter: I Komang Budiarta & I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi