Cuaca Buruk, Tim KKP Gagal Buru Kapal Nelayan Ilegal

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Tim UPT. KKP Nusa Penida dibawah pimpinan I Nyoman Karyawan bergerak cepat menyusul laporan warga terkait beroperasinya kapal kompresor di kawasan konservasi. Berdasarkan informasi warga, kapal nelayan model perahu gedeg datang sekitar pukul 18.00 dan pergi menjelang subuh. Warga mencurigai kapal kompresor ini melakukan tindakan ilegal di areal konservasi yang bertentangan dengan praktek IUU, Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing.

Tim KKP menggelar patroli malam (22/3) menyusul laporan nelayan beroperasi di kawasan konservasi

Tim KKP menggelar patroli malam (22/3) menyusul laporan nelayan beroperasi di kawasan konservasi

Kemunculan kapal gedeg terdeteksi sehari sebelumnya dan Tim KKP memutuskan untuk memburu kapal tersebut di malam hari meski dengan resiko yang cukup besar. Pengintaian dengan melibatkan unsur KKP, Camat yakni I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya turun langsung, Pol Air dan Coral Triangle Center dilakukan sekitar pukul 22.15 Wita.

Selasa malam, (22/3), tim berangkat menuju kawasana Manta Point yang kerap dijadikan lokasi lego jangkar para nelayan. Deru kapal patroli perlahan membelah lautan dibawah payungan sinar rembulan. Sejak awal keberangkatan, gelombang tinggi cukup menciutkan nyali. Semua mata tim patroli terlihat nanar mengamati perairan dan ada kesan tegang di wajah mereka. Hembusan angin kencang tidak membuat suasana adem justru beberapa anggota mengelap keringat dingin. Reporter Nusa Penida Media, Santana Ja Dewa yang ikut dalam tim patroli mengaku sedikit was-was dengan buruknya kondisi perairan.

“Airnya jelek, terus terang saya sedikit takut karena ini malam hari. Kalau siang hari lebih mendingan,” tutur Santana kepada Tim Redaksi, Rabu pagi, (23/3)

Setelah 45 menit perjalanan, tim tiba di lokasi dan mengamati perairan sekitar namun arus kencang diserta gelombang tinggi memaksa mereka putar haluan. Kondisi perairan di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memang terkenal garang dan berubah sewaktu-waktu.

“Malam hari tidak bisa maksimal penggrebekan disamping itu cuaca tidak bisa ditebak, hembusan angin dan gelombang tidak bersahabat. Kita putuskan balik demi keselamatan,” ujar I Nyoman Karyawan, Rabu (23/3).

Meski hasilnya nihil, Karyawan mengaku sangat terbantu dengan adanya partisipasi warga yang langsung memberi laporan. Tim akhirnya memutuskan balik ke pelabuhan dengan pertimbangan keselamatan. Sementara, pihak Coral Triangle Center mengakui tim akan menyusun strategi untuk lebih mengintensifkan pengawasan dengan melibatkan peran serta masyarakat. Minimnya fasilitas pendukung juga menjadi salah satu kendala dalam melakukan penindakan.

“Kita sudah berusaha maksimal tapi apadaya faktor cuaca menjadi penentu, sementara laporan warga kita sudah tanggapi, partisipasi semua pihak sangat membantu,” imbuh Karyawan.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi