City Tour, Menelusuri Sudut Keindahan Kota Semarapura

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

Gelaran HUT Puputan Klungkung yang dibuka Kamis, (28/4) menjadi ajang peluncuran sejumlah program unggulan, tidak hanya program Gema Santi, di hari berikutnya, Jumat, (29/4) diluncurkan paket wisata city tour. Wisata kota menawarkan kunjungan ke sejumlah destinasi yang menjadi ikon Klungkung antara lain, Tukad Unda, Monumen Puputan Klungkung, Puri Agung Klungkung, Museum Semarajaya, Kertagosa hingga pasar Seni Klungkung. Beberapa kawasan telah ditata untuk mendukung City Tour Semarapura. Tepat di depan Monumen Puputan Klungkung ada air mancur cantik termasuk jalur koneksi dari Pasar Seni Klungkung menuju Pasar Senggol.

Audiensi terbuka peluncuran program City Tour Semarapura

Audiensi terbuka peluncuran program City Tour Semarapura

“Di Depan Puri Agung Semarapura akan dibangun patung I Dewa Agung Jambe. Untuk lapangan Puputan Klungkung akan dibuat taman rare untuk anak-anak, taman lingsir untuk para lansia, taman untuk anak muda yang ada wifi gratis,” terang Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

“Di Balai Budaya Klungkung akan ditempatkan 2 perangkat gong yang akan dipergunakan untuk latihan menari dari para siswa yang akan dijadwalkan secara rutin. Di depan Pemedal Agung sedang dibangun tempat meditasi. Sementara itu Pasar Seni Klungkung yang kini masih kumuh akan dirancang menjadi pasar seni yang modern,”tambah Suwirta di depan tamu undangan City Tour dari ASITA dan Himpunan Pramuwisata Indonesia, Jumat (29/4).

Sabtu, (30/4), giliran para jurnalis, traveller, blogger, videografer dan citizen journalist berkesempatan menikmati program City Tour Semarapura. Sebelum berkeliling, pihak Dinas Pariwisata yang diwakili Kadis Budpar, I Wayan Sujana menggelar diskusi terbuka dengan para peserta. Rosalina, peserta city tour yang juga mantan praktisi pariwisata meminta agar pemkab bisa bersinergi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan promosi lewat media online. Menurutnya, dalam beberapa tahun belakangan ada tren pergeseren dimana para pengunjung tidak lagi mengandalkan travel agen tetapi cenderung menjadi wisatawan independen atau mandiri. Luasan informasi yang bisa diakses via internet menjadi salah penyebab.

“Kini para travelers banyak menggunakan media online untuk mencari informasi untuk berlibur. Pesan tiket dan paket wisata pun langsung dari internet. Banyak travelers independen sekarang. Kedepannya jumlah ini akan terus meningkat. Untuk itu pemerintah Klungkung saya harapkan bisa mempergunakan media online secara efektif. Saya siap memfasilitasi dengan New York Times Travels untuk berpromosi, karena mereka adalah majalah wisata terbesar di dunia yang menjadi referensi para pelancong,” papar Rosalina.

“Tentu kami ke depan akan bekerjasama kepada semua pihak termasuk para media online untuk mempromosikan pariwisata Klungkung. Baik di Nusa Penida , City Tour Semarapura dan desa-desa Wisata. Selama ini pun kami sudah melakukannya, kedepan akan lebih ditingkatkan,” terang Kadis Budpar, I Wayan Sujana.

Destinasi Menarik City Tour Semarapura

Sesuai sejarahnya, Klungkung pernah menjadi pusat kerajaan dan peradaban terbesar di Bali bahkan hingga kini jejak itu masih ada, tengoklah sejumlah pusat kawitan/klan masih ada di kota ini. Kunjungan city tour langsung mengarah ke destinasi wisata tirta DAS Tukad Unda. Sungai terbesar di Bali kini sudah ditata menjadi objek wisata. Selain menyaksikan pesona alamnya, pengunjung bisa berenang di sejumlah titik, terlihat juga pengunjung melakukan pre-wedding. Perlu sentuhan lebih agar bisa menyulap potensi ini menjadi objek wisata air terbesar di Bali. Di dekat area parkir, pengunjung bisa melihat proses pembuatan kain tradisional.

Destinasi wisata Tukad Unda

Destinasi wisata Tukad Unda

Kunjungan berikutnya bergeser ke Monumen Puputan Klungkung. Monumen yang dibangun sebagai bukti aksi puputan masyarakat Klungkung sarat dengan nilai sejarah. Ruangan di bawah monumen dipenuhi lukisan aksi heroik para pejuang. Di bagian depan monumen, terdapat air mancur bernyanyi yang kini tengah dijadikan objek baru warga kota.

Miniatur puputan di Monumen Klungkung

Miniatur puputan di Monumen Klungkung

Pada daftar city tour berikutnya, pengunjung diajak mengenal lebih jauh Puri Agung Semarapura. Puri ini masih berdiri megah dengan ciri khas bagian depan atau gerbang berarsitektur klasik yang apik. Menurut penglisir puri, beberapa harta pusaka kerajaan hilang ketika terjadi perang puputan dan puri ini baru dibangun dari lokasi sebelumnya yang berada di kompleks Kertagosa.

Peserta city tour berfoto bersama di depan Puri Agung Klungkung

Peserta city tour berfoto bersama di depan Puri Agung Klungkung

Masih tentang sejarah, tepat di depan monumen terdapat Musemu Semarajaya yang menyimpan lukisan klasik tempo dulu. Museum ini berada satu kompleks dengan Bale Kambang dan Kertagosa. Di sisi barat museum terdapat Pemedal Agung Puri yang sebelumnya, konon bangunan ini tidak bisa dihancurkan ketika perang terjadi. Bale Kambang terlihat unik dengan dikelilingi kolam kecil. Di bagian langit-langit terdapat lukisan wayang dengan gaya Kamasan yang menggambarkan kisah dari epik Sutasoma. Menurut sumber sejarah, kompleks ini dibangun oleh Ida I Dewa Agung Jambe sekitar tahun 1686.

Lukisan wayang dengan motif Kamasan di langit-langit Bale Kambang

Lukisan wayang dengan motif Kamasan di langit-langit Bale Kambang

Bangunan tak kalah menarik di sudut timur adalah Kertagosa, bangunan yang pada bagian langit-langitnya berisi lukisan pelajaran rohani yang berharga. Lukisan ini menampilkan cerita tentang karma dan reinkarnasi. Enam tingkatan lukisan menggambarkan setiap fase kehidupan manusia dari lahir sampai mati dengan gambaran atas yaitu nirwana. Menariknya, Kertagosa pada zamannya difungsikan sebagai pengadilan, bahkan menurut mitos yang berkembang, orang yang terbukti bersalah akan dibuang ke Nusa Penida.

Kunjungan ke Pasar Seni Klungkung yang kini terintegrasi dengan Pasar Senggol

Kunjungan ke Pasar Seni Klungkung yang kini terintegrasi dengan Pasar Senggol

Di seberang kawasan kompleks Kertagosa terdapat Pasar Seni Klungkung. Informasi dari Pemkab menyebutkan, pasar ini akan direvitalisasi menjadi pasar seni modern dan terintegrasi dengan pasar senggol. Pasar Seni Klungkung menawarkan berbagai jenis hasil kerajinan masyarakat mulai dari kain, perak, dan berbagai oleh-oleh khas Klungkung. Jika dijelajahi lebih jauh, semua destinasi yang ditawarkan berada pada jarak tak lebih dari 200 meter. Pengunjung akan dengan mudah mencapai objek hanya dengan berjalan kaki untuk menikmati setiap sudut keindahan Kota Semarapura

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta