Celebrity ‘Waroeng Hang Noesa’ Siap Menggoyang Lidah

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

Tidak banyak yang menyangka bahwa masakan khas Nusa Penida sedang naik daun seiring pesatnya perkembangan pariwisata. Ledok-ledok, kukus dan jukut-jukut yang dulu dianggap makanan kaum marginal justru sekarang diburu dan digandrungi masyarakat luas. Peluang ini ternyata tidak disia-siakan dan dijadikan bisnis baru oleh pengusaha asal Banjar Ampel, Desa Pejukutan, I Made Jana. Ia pun nekat mendirikan warung sederhana di jalan K.H Dewantara No. 10, Semarapura, sebelah barat Kantor Dinas Pekerjaan Umum.

Berbagai menu utama pun siap menggoyang lidah, mulai dari nasi sela, jukut komak, ikan bakar sambel matah, jukut-jukut, kuah ikan, ledok-ledok dan paket lainnya pasti memuaskan. Sajian semakin mantap dengan aneka minuman, teh, jus, kopi hingga squash hang Noesa dijamin memanjakan kuliner anda dengan dukungan suasana yang nyaman. Harga yang dipatok tidak menguras kantong, per porsi paket dibandrol Rp 20.000 bahkan khusus ledok-ledok hanya Rp 10.000. Kunjungan di hari pembukaan pun cukup banyak hingga menyentuh angka 67 pengunjung.

Jukut-jukut dan ledok menjadi menu utama di Celebrity Waroeng Hang Noesa

Jukut-jukut dan ledok menjadi menu utama di Celebrity Waroeng Hang Noesa

Ditemui di Celebrity Waroeng Hang Noesa yang baru diresmikan 21 Oktober kemarin, Dek Jana begitu ia biasa dipanggil mengungkapkan alasan memilih menyajikan makanan khas daerahnya sebagai menu andalan. Dek Jana yang juga anggota dewan terpilih periode 2014-2019 dengan lugas memaparkan konsep resto yang dirintisnya.

“Secara pribadi bangga sebagai hang (red; orang) Nusa dan ingin mengubah mindset masyarakat yang sering manganggap makanan kita sebelah mata, nomor 14 lho bukan nomor 2. Itu sepenuhnya tidak benar. Coba orang Nusa yang tinggal di kampung dengan makanan pokok nasi sela (red; singkong) dan jukut be (red; lauk ikan) ataupun ledok-ledok, jika dibanding dengan orang Bali daratan pada umur yang sama, pasti orang Nusa jauh lebih sehat dan kuat serta jarang kena sakit maag,” tuturnya (22/10).

“Saya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat kalau masakan daerah kita tidak kalah taste-nya, dijamin enak dan dari sisi kesehatan, jukut-jukut hampir sempurna memenuhi unsur gizi serta serat dan tentunya bahan masakan tanpa pengawet atau unsur kimia,” imbuh Jana.

Dua hari setelah launching, berbagai komentar pelanggan pun bermunculan namun Jana menilai itu awal positif untuk memperbaiki pelayanan dan kualitas masakan warungnya. “Banyak sekali masukan, ada yang bilang nasinya terlalu banyak, sambel kurang lemo,” akuinya sambil tertawa.

Hang  Nusa yang tinggal merantau pasti rindu masakan asli daerahnya. Silahkan datang dan kami akan selalu siap melayani,” tambah Jana dengan logat yang masih kental.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta