Cegah Penyebaran Demam Berdarah, PSN Digalakkan

PED, NUSA PENIDA POST

Kasus demam berdarah mengalami peningkatan seiring musim penghujan. Tak main-main, data yang diperoleh dari Kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I, dr. I Ketut Rai Sutapa, setidaknya ada 23 kasus hingga pertengahan bulan ini. Kasus ini tersebar dibeberapa wilayah namun terbanyak terjadi di Desa Kampung Toya Pakeh. Menurut Rai, program pemerintah sangat penting tetapi harus didukung kesadaran masyarakat itu sendiri.

Siswa Sispala SMAN 1 Nusa Penida melakukan aksi 'plastic trash figting'

Siswa Sispala SMAN 1 Nusa Penida melakukan aksi ‘plastic trash figting’

“Berbagai upaya sudah lakukan antara lain penyuluhan, gerakan PSN dan fogging. Penting disini adalah kesadaran masyarakat, hal yang sederhana dilakukan 3M, inilah paling efektif,” papar Rai.

Pihak Kecamatan Nusa Penida pun bergerak langsung di bawah komando I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya. Berbagai pihak dilibatkan dalam PSN termasuk seluruh pegawai dibantu aparat TNI dan Polri jajaran Polsek Nusa Penida. Beberapa lokasi yang diduga menjadi sarang nyamuk dicek, kawasan Kampung Toya Pakeh termasuk loloan tukad mati dan pengepul barang rongsokan yang rentan menjadi area berkembangnya nyamuk.

“Kesadaran kebersihan warga kita tumbuhkan semangatnya, selama ini menyepelekan. Melihat kasus DB melanda warga, berbagai upaya dilakukan memberantas sarang nyamuk. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk menyadarkan warga, tentunya tidak sebatas itu perlu diterapkan di lingkungan masing-masing,” harap Mahajaya.

SISPALA Sutha Nusa Dwipa: PSN Bagi Kami Sudah Kegiatan Rutin dalam Bentuk ‘Plastic Trash Fighting’.

Tidak hanya menunggu instruksi pemerintah, Sispala Sutha Nusa Dwipa SMAN 1 Nusa Penida sudah bergerak jauh sebelumnya. Menurut Pembimbing Sispala, I Wayan Oka Sudiana, tim yang dibimbingnya sudah memiliki kegiatan rutin mingguan field trip berupa plastic trash fighting.

“Sispala Sutha Nusa Dwipa SMAN 1 Nusa Penida punya kegiatan rutin weekly yaitu field trip. Umumnya inti kegiatan kami berupa plastic trash fighting. Kita tidak hanya melakukannya pada musim hujan saja tapi sepanjang tahun. Kalau akhirnya kegiatan tersebut bisa menjadi bentuk gerakan PSN kami anggap bonus. Sangat benar samph plastik terutama mineral water cups itu sangat besar resikonya menjdi sarang nyamuk. Dan kamis kemarin kami berhasil membersihkan soccer field saja yang di Banjar Nyuh sekitar 20 tas kresek besar ful,” jelas Oka.

Sebelumnya pada Kamis lalu (17/3), setidaknya 42 anggota Sispala menggelar aksi bersih lingkungan di sekitar sekolah. Pelibatan siswa dalam kegiatan sebagai bentuk edukasi yang bisa ditularkan ke rekan lainnya.

“Kita sengaja melibatkan para pelajar, diharapkan mereka bisa menyampaikan kepada temannya untuk mengingatkan serta mengedukasi terkait kebersihan. Pelajar lainnya tidak membuang sampah sembarangan mampu menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, ” terang Oka.

Ketika diminta solusi penanggulan sampah termasuk pencegahan demam berdarah, Oka menjelaskan agar kegiatan penyuluhan di tingkat bawah termasuk membangun pemahaman masyarakat lebih ditingkatkan secara serius, tidak sekedar formalitas belaka. Masyarakt pun harus bergerak, tidak hanya jadi penonton dan berteriak ketika sudah ada kasus,peran aktif masyarakat dengan gerakan 3M wajib menjadi totalitas. Ia pun meminta gerakan PSN tidak berupa kegiatan momentum tetapi harus berkelanjutan.

“Kalau bisa, PSN tadak hanya berupa gerakan momentum saja tapi kontinyu dan kalau hany momentum harus dilakukan dengan serius, gak kayak kemarin kayak jalan-jalan nenteng kantong kresek terus plastik-plastik aqua gelas tetap berserakan. Ga zaman,” imbuhnya

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi