Bupati Klungkung Baru Harus Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

koran29

Untuk Download Nusa Penida Post Vol 29 Klik gambar di atas!

KLUNGKUNG, NUSA PENIDA POST
Pada bulan Agustus 2013 akan diadakan perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Klungkung. Perhelatan itu adalah pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Klungkung untuk masa bakti 2013 sampai 2018. Agenda yang akan diadakan 23 Agustus 2013 ini menjadi penentu arah kebijakan Kabupaten Klungkung selama 5 tahun ke depan. 

Masyarakat Klungkung berharap agar bupati dan wakil bupati yang akan terpilih nanti mampu menjawab masalah-masalah yang ada di gumi serombotan ini. Berdasarkan hasil verifikasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Klungkung, ada empat pasang bakal calon bupati dan wakil bupati yang lolos untuk selanjutnya ditetapkan sebagai peserta Pilkada sebagaimana diungkapkan Ketua KPUD Klungkung, Anak Agung Gede Parwatha (7/7/2013). Pasangan pertama adalah Tjokorda Bagus Oka dan Ida Bagus Adnyana (Paket Bagus) yang diusung oleh Partai Golkar. Nomor urut 2 diisi oleh pasangan Anak Agung Gede Anom dan I Wayan Regeg (Paket Anreg) yang dimotori oleh PDI-Perjuangan. Selanjutnya paket ke-3, ada pasangan Tjokorda Raka Putra dan Putu Tika Gunawan (Rasa) dengan dukungan dari Partai Hanura dan Partai Demokrasi Pembaruan. Nomor urut 4, pasangan I Nyoman Suwirta dan I Wayan Kasta (Suwasta) yang didukung oleh koalisi Partai Gerindra, PNBKI, PKPB dan Nasdem.

data rekapitulasi

Tabel data rekapitulasi anggaran pendapatan dan belanja seluruh kabupaten di Bali

Gafik

Grafik perbandingan dana APBD dan fiskal masing-masing kabupaten di Bali

Secara sepintas, keempat bakal calon memiliki latar belakang yang beragam. Pasangan pertama, paket Bagus merupakan tokoh Puri Klungkung yang pernah lama berkuasa di masa orde baru. Paket kedua dengan sebutan paket Anreg adalah kader PDI-perjuangan yang notabena sedang berkuasa di Klungkung. Untuk paket ketiga, Rasa berasal dari tokoh puri dan politikus. Sementara pasangan keempat, Suwasta adalah gabungan tokoh perkoperasian penggerak ekonomi kerakyatan dan politisi. Semua kandidat yang bersaing harus bisa memperebutkan hati daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 154. 860 pemilih yang tersebar di empat kecamatan.

Bakal calon Bupati Klungkung yang nanti terpilih akan menghadapi berbagai permasalahan pelik yang ada di Kabupaten Klungkung. Masalah yang paling mendasar adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat kecil yaitu sekitar 41 miliar per tahun. Dengan anggaran sebesar 41 miliar, postur anggarannya sangat boros, 80% anggaran untuk pembiayaan rutin sehingga hanya 20% atau sekitar 8 miliar saja untuk pembangunan. Bupati yang terpilih nanti harus mampu meningkatkan PAD Klungkung dengan berbagai upaya termasuk menggali segala potensi yang ada. Baik sumber daya manusia melalui pengembangan ekonomi kerakyatan maupun sumber daya alam yang cukup kaya di Klungkung. Membuka kran investasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan PAD Klungkung. Investasi bisa masuk apabila didukung adanya iklim investasi yang baik.

Syarat dasarnya adalah ketika sarana prasarana terbangun dengan baik. Selain dasar yang disebutkan, kebijakan Pemerintah Klungkung harus mendukung investasi dengan memberikan berbagai kemudahan kepada para investor dengan tetap berpegang pada regulasi atau perda. Masuknya investasi akan mampu meningkatkan PAD yang berasal dari pajak, penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi kerakyatan dan tentunya multipliers effect lainnya. Sekarang ini, penyediaan insfratruktur di segala bidang masih sangat minim dan perlu segera dibenahi.

Selama ini Kabupaten Klungkung hanya mengandalkan PAD dari 4P. Adapun 4P yang dimaksud adalah pasir, parkir, pasar dan pariwisata. Pasir mengandalkan retribusi galian C tetapi sudah tidak memungkinkan karena tidak lagi menghasilkan alias ditutup. Parkir dan pasar adalah dua sektor sumber pendapatan yang relatif kecil dan masih menjadi andalan. Ironi memang, sektor parkir dan pasar yang menjadi tumpuan pun tidak didukung oleh tata kelola yang baik. Ini terlihat dari kondisi pasar-pasar di Klungkung dengan tempat parkir yang tidak terawat dan cenderung kumuh. Bisa kita lihat pasar Mentigi dan Pasar Galiran Klungkung yang terlihat semrawut.

Potensi terakhir dai 4P yang bisa dioptimalkan adalah pariwisata. Fakta dilapangan, seperti Kertagosa yang kondisinya tidak terawat bahkan ditengarai ada rebutan pengelolaan dan juga objek Goa Lawah yang juga tidak digarap maksimal. Sesuai Perda Tata Ruang kawasan pariwisata Provinsi Bali, konsentrasi pariwisata Kabupaten Klungkung ada di Nusa Penida, tetapi tidak pernah mendapat perhatian yang serius oleh Pemda. Potensi pariwisata bahari dan alam di Nusa Penida maupun di Klungkung daratan harus digenjot dengan membuka peluang investor menanamkan modalnya sehingga pariwisata mulai menggeliat dan mampu memberikan pendapatan daerah.

Dari 4 bakal calon yang ada, tentunya masyarakat bisa mulai menentukan pilihan siapa yang mampu meningkatkan PAD dengan mengelola 3P yang tersisa. Berdasarkan telusur track record (red; rekam jejak) dan visi misi yang ditawarkan dari 4 pasang calon ini masyarakat Klungkung harus jeli sehingga tidak salah pilih dan menderita selama 5 tahun ke depan. Intinya bakal calon Bupati Klungkung harus mampu meningkatkan kue pendapatan asli daerah sehingga kue ini bisa dibagikan ke masyarakat melalui program-program kerakyatan. Tidak seperti sekarang PAD Klungkung yang sudah kecil justru habis di anggaran rutin untuk belanja pegawai semata. (I Wayan Sukadana)