Warning: Use of undefined constant ĎDISALLOW_FILE_EDITí - assumed 'ĎDISALLOW_FILE_EDITí' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Biogas, Energi Alternatif Mandiri yang Dianaktirikan
 

Biogas, Energi Alternatif Mandiri yang Dianaktirikan

Nusa Penida Post Vol 17Nusa Penida sebenarnya merupakan daerah pertaniaan dan peternakan yang sangat potensial. Banyak aspek yang mendukung untuk itu semua. Seperti lahan pertanian yang cukup luas dan pakan alami ternak yang tersedia bisa mendukung potensi sebagai sentra peternakan. Potensi ternak yang paling menonjol dan menjadi tulang punggung pendapatan warga adalah peternakan sapi dan babi.

Sapi Nusa Penida pun terkenal secara nasional sebagai ternak unggul berkat pakan alaminya. Pengelolaan peternakan di Nusa Penida masih dilakukan secara tradisional, sehingga potensi dari ternak tidak  terkelola dengan baik. Salah satu potensi yang tidak terkelola secara maksimal adalah limbah ternak. Limbah ternak yang dihasilkan masih dimanfaatkan sebatas menjadi pupuk kandang, bahkan tidak sedikit petani yang tidak memanfaatkan limbah ternak tersebut. Apabila para petani di Nusa Penida diedukasi dengan baik maka mereka bisa memanfaatkan limbah kotoran sapi dengan mengembangkan biogas sebagai sumber energi mandiri yang terbarukan. Masyarakat tidak perlu repot lagi mencari kayu bakar untuk memasak, atau selalu takut setiap ada isu kenaikan BBM dan TDL. Para petani yang memanfaatkan biogas dapat mandiri dan menghasilkan sumber energi sendiri tanpa bergantung kepada siapapun dan dapat menghemat keuangan keluarga. Gas metan yang terkandung dalam kotoran ternak bisa dimanfaatkan menjadi energi bahan bakar untuk memasak dan energi listrik.

Teknik Sederhana Pembuatan Biogas
Masyarakat Nusa Penida banyak yang sudah tahu mengenai pertanian biogas namun tak banyak yang memanfaatkannya. Mungkin karena nyaman dengan kondisinya saat ini atau memang tidak memahami cara pemanfaatanya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, biogas diartikan sebagai gas yang terbuat dari kotoran ternak. Biogas ini dihasilkan dari proses penguraian kotoran ternak (atau bahan organik lainnya) yang mengandung gas metan dan karbondioksida. Gas inilah yang dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur, listrik dan bahan bakar mesin.  Secara singkat, pembuatan biogas dilakukan dengan menyediakan bahan utama berupa kotoran ternak, selang, pipa paralon, isolasi, kran, ember, tabung/tangki (bisa drum atau buat lubang) dan kompor. Tahap awal, kotoran ternak yang terkumpul (sapi) dicampur air sebagai pengencer,  kemudian dimasukkan ke dalam tangki kedap udara, yang disebut dengan reaktor (biodigester tank). Kemudian bakteri yang ada dalam kotoran ternak tersebut akan melakukan proses fermentasi dan menghasilkan gas metan. Dalam waktu lebih kurang 21 hari, biogas akan keluar dengan sendirinya dan akan ditampung ditangki penampungan biogas (gas holder) di bagian atas tangki pencerna; apabila tangki pencerna diisi terus, maka limbah biogasnya akan keluar ke atas melalui pipa menuju ke tangki penampungan limbah biogas (outlet chamber). Gas ini lah yang ditampung di bagian atas reaktor (digester) dan disalurkan untuk dimanfaatkan keperluan bahan bakar dan listrik. Tidak perlu khawatir karena biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, tangki terus diisi lumpur kotoran sapi secara berkala sehingga dihasilkan biogas yang optimal. Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metan untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan organik cair. Hal yang lebih penting adalah pemanfaatan biogas bisa mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang harganya semakin melambung dan tidak bisa diperbaharui. Nusa Penida Post Vol 17 migas

Mangku Mirah, Pioneer Biogas ala Nusa Penida 

Pemanfaatan energi biogas dari kotoran ternak merupakan satu¬†upaya terpadu dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat.¬†Hidup mandiri yang bertumpu pada kultur masyarakat, keunikan¬†wilayah sebagai satu inisiatif masyarakat setempat. Di Dusun¬†Ceningan ada salah satu warga yang bernama Jero Mangku Darta¬†(60 tahun) yang akrab dipanggil Mangku Mirah, sudah berhasil¬†secara mandiri memanfaatkan energi biogas. ¬†Mangku Mirah telah lama melakukan percobaan mengenai biogas ini. ‚ÄúDi belakang rumah, saya mencoba-coba untuk membuat biogas. Ini saya lakukan di belakang rumah karena awalnya saya tidak mau masyarakat sekitar menertawakan saya apabila proyek coba-coba ini gagal,‚ÄĚ tutur jero Mangku pada tim Nusa Penida Post (28/3) sembari tersenyum. Namun proyek coba-cobanya ini ternyata berhasil, bahkan bisa menyalakan 6 buah lampu dan dapat menyalakan sebuah kompor gas. Karena keuletan dan kemauanlah yang menghantarkan ia bisa mengembangkan energi biogas di desanya. Walaupun ada program pemerintah yaitu Simantri tetapi ia tidak serta merta masuk dan meniru program tersebut, ia mau mandiri dengan karyanya sendiri. Mangku Mirah juga mengatakan, ‚ÄĚPada saat ini saya tidak¬†malu-malu lagi untuk menunjukkan karya saya ¬†ada masyarakat karena sudah berhasil. Saat ini saya sedang membangun warung di depan rumah saya dengan memakai biogas sebagai energinya. Harapan saya tidak hanya perut yang dibawa oleh tamu yang berkunjung ke sini namun tempat saya ini bisa menjadi laboratorium biogas bagi pengunjung‚ÄĚ ungkapnya penuh harap. Konsep warung dengan energi dari biogas ini diharapkan bisa memberi edukasi pada mereka bahwa kotoran pun bisa kita manfaatkan menjadi sumber energi. ‚ÄúMasyarakat tidak harus konsumtif dan terlalu banyak berharap pada pemerintah mengenai sumber energi. Kita bisa memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan kita‚ÄĚ tutur Mangku Mirah ¬†yang pada saat ini sedang melakukan riset pengolahan air laut menjadi air minum. Harapan pun muncul bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Mangku Mirah bisa menjadi inspirasi serta layak ditiru oleh masyarakat Nusa Penida lainnya. Pada saatnya nanti masyarakat Nusa Penida mandiri dibidang energi dan tidak lagi mengeluh dan mengumpat PLN jika listrik mati. Apabila ini bisa dikembangkan secara optimal maka di Nusa Penida ada sumber energi alternatif mandiri yang terbarukan tanpa tergantung sepenuhnya dari PLN dan BBM. (Gun)