Warning: Use of undefined constant ĎDISALLOW_FILE_EDITí - assumed 'ĎDISALLOW_FILE_EDITí' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Bija Tumbuh Setelah Karya Pura Batu Medawu
 

Bija Tumbuh Setelah Karya Pura Batu Medawu

SUANA, NUSA PENIDA POST

Tidak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan sudah  menghendaki. Hal ini  juga terjadi setelah Karya  Mlaspas, Ngenteg Linggih dan Nubung Pedagingan di Pura Batu Medawu, 27 Nopember 2013. Gabah, beras, injin (beras hitam ), jagung dan palawija sisa-sisa upacara tumbuh di sekitar areal Pura Batu Medawu.

Setelah Karya memang  hujan mulai turun dan keesokan harinya sisa-sisa yadnya yang bersentuhan dengan tanah tumbuh berkecambah menjadi bibit padi dan bibit injin. Bahkan menurut Mangku I Wayan Katon (60) yang konfirmasi 30/11/2013, salah satu pengayah mengatakan bija yang berasal dari beras yang  sudah tanpa kulit ari pun bisa tumbuh berkecambah.

‚ÄúTiang sempat bawa pulang, beras yang tanpa kulit ari bisa tumbuh berkecambah dari Pura Batu Medawu ini,‚ÄĚ cerita Mangku Katon.

"Foto Gabah Sisa Yadnya Karya Pura Batu Medawu yang tumbuh"

“Foto Gabah Sisa Yadnya Karya Pura Batu Medawu yang tumbuh”

Gabah, injin dan beras yang kulit arinya yang sudah terlepas dari bijinya bisa tumbuh berkecambah di sekitar areal Pura Batu Medawu ¬†dan beberapa benih lainnya tumbuh di sekitar pura. ‚Äú Ini sebuah anugerah dan pertanda Karya di Pura Batu Medawu ¬†ini labda karya (red : berhasil ),” ujar Mangku I Wayan Katon.

Padahal Nusa Penida daerah dengan curah hujan minim dengan  tipe tanah berkapur,  kecil kemungkinan gabah apalagi beras  bisa tumbuh walaupun dibudidayakan sekalipun. Kejadian ini menjadi pembicaraan dikalangan para pengayah di Pura Batu Medawu  dan menyebar dari mulut ke mulut  di masyarakat Nusa Penida lainnya.

Mendengar beras, gabah dan benih-benih palawija bisa tumbuh, masyarakat berebut mendapatkannya. Ini dilakukan masyarakat karena mereka yakin bahwa benih tersebut  adalah  anugerah Hyang Widhi sehingga siapapun yang memiliki  juga memberi berkah bagi pemiliknya. Ketika Nusa Penida Post mencari foto beras yang berkecambah menjadi benih ternyata sudah habis dibawa pulang para pemedek yang memintanya.

Hal ini disampaikan Gede Suladra ¬†(1/12) Sie Publikasi Karya Pura Batu Medawu, ‚ÄúTelah sube tunase ajak pemedek te , enu benih gabah duang yang tumbuh, coba to anggon foto (red;¬†beras yang bisa tumbuh menjadi benih padi sudah habis di minta masyarakat yang sembahyang kesini ),” ungkap ¬†Gede .

Terkait kejadian langka tentang beras yang mampu tumbuh di Pura Batu Medawu Nusa Penida, Nusa Penida Post mencoba mengklarifikasi hal ini pada pakar pertanian I Putu Parmila, SP, MSi (42 th) pada Selasa, 3 Nopember 2013.

Parmila mengatakan bisa saja beras bisa tumbuh apalagi gabah asalkan kelembaban udara dan cuaca mendukung, walapun kemungkinan ini sangat kecil terlebih di Nusa Penida. “Benih kacang yang habis digoreng sekalipun bisa tumbuh asalkan sel pada benih kacang tersebut tidak rusak dan didukung oleh suhu udara kacang berkecambah,”jelas Parmila.

Reporter & Editor : I Wayan Sukadana