Berayun Sambil Menikmati Pesona Sunrise Di Pantai Malibu

SUANA, NUSA PENIDA POST

Keindahan Pantai Malibu yang ada di ujung Tenggara Dusun Semaya, Desa Suana kini menjadi destinasi wisata baru. Pantai yang berada di Lebah Pandan ini masih alami dan jauh dari pemukiman warga. Kelompok pemuda yang tergabung dalam STT. Kanti Wiguna pun bergerak guna mempercantik kawasan pantai dengan aksi bersih –bersih dan membuat dua buah ayunan di tengah pantai. Pengunjung pun bebas menggunakan ayunan tanpa dipungut biaya.

Pengunjung di Pantai Malibu bisa menikmati ayunan sambil menyaksikan sunrise

Pengunjung di Pantai Malibu bisa menikmati ayunan sambil menyaksikan sunrise

Pantai Malibu berada di bagian Tenggara pulau dengan jarak hampir 14 kilometer dari pusat kota kecamatan. Persis di depan rencana pembangunan Resort Hotel Bintang Lima PT. Cavendish. Jalur menuju Pantai Malibu juga tembus ke Dusun Karang Gede dan Ampel hingga akses menuju Pantai Sebela dan Pantai Atuh. Ayunan yang berdiri 20-an meter dari bibir pantai menyajikan keindahan pantai dan lekukan teluk yang diapit perbukitan. Suasana akan lebih menakjubkan di pagi hari, semburat pagi dan rona keemasan matahari dijamin berkesan. Pengunjung bisa berayun sambil menyaksikan sunrise dari balik punggung Gunung Rinjani yang berdiri gagah di balik Selat Lombok.

Pemuda setempat yang dikonfirmasi Jumat (26/8) mengakui ide pendirian ayunan berawal dari Wayan Pait Palgunadi dan Komang Lilek. Melalui komunikasi dengan Ketua STT Kanti Wiguna, sejumlah anggota pemuda pun bergotong-royong mendirikan ayunan. Dua buah ayunan yang dibuat bisa digunakan bersamaan, satu ayunan untuk satu orang dan satu lagi bisa digunakan dua orang sekaligus. Sejumlah plank dari triplek dengan tulisan yang unik juga disiapkan agar pengunjung bisa mengabadikan momen kunjungan seperti Time for adventure, I Love You, Happy Aniversary, I Miss You, I Will You Marry dan I Love Malibu.

“Awalnya yang mempunyai ide saya dan Pait Palgunadi. Kemudian kami mengajak Ketua STT untuk mengerahkan beberapa anggota STT untuk bergotong royong. Rabu kemarin, 24 Agustus 2016 Ayunan itu sudah berdiri dan bisa dipakai,” tutur Lilek.

“Plank triplek yang berisi tulisan tersebut bisa dipergunakan untuk mengungkapkan perasaan pengunjung saat berfoto di Malibu Sunrise. Biasanya itu akan di-upload di social media masing-masing, sehingga makin banyak yang mengabarkan keberadaan Malibu Sunrise makin banyak pula orang yang berkunjung,” ujar Palgunadi.

Ketua STT Kanti Wiguna Nyoman Ajustira menambahkan destinasi Malibu Sunrise memiliki akun di media sosial yang berfungsi untuk mempromosikan kawasan wisata.

“Malibu Sunrise Semaya bisa diakses melalui instagram maupun facebook. Untuk menata kawasan pantai Malibu kami melakukan bersih pantai bersama rekan-rekan STT. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin sehingga pantai yang bersih membuat pengunjung nyaman,” jelasnya.

I Wayan Sukadana selaku masyarakat setempet mengaku sangat mengapresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan pemuda STT Kanti Wiguna. Menurutnya ini kegiatan positif yang wajib didukung termasuk pembentukan Kelompok Sadar Wisata untuk pengelolaan potensi wisata setempat dengan melibatkan kelompok pemuda.

“Ayunan dan bersih pantai di Pantai Malibu yang dilakukan STT Kanti Wiguna merupakan upaya yang sangat baik, bagian dari sadar wisata. Untuk bisa menjaga kegiatan positif ini ST TKanti Wiguna bisa membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Melalui Pokdarwis yang dibentuk mereka bisa menggali ide, melaksanakan dan mengakses dana untuk mengembangkan pariwisata di Nusa Penida khususnya Dusun Semaya. Misalnya setelah Ayunan mereka mengaktifkan kegiatan Nimpung, Sanghyang Jaran, Nyepi Jagung yang memang unik di Dusun Semaya sebagai kalender event,” papar Sukdana.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta