“Be Happy” Pameran Tunggal Putu Bonuz

BATUMULAPAN, NUSA PENIDA POST
Putu Bonuz (41) demikian panggilan akrab seniman yang bernama asli Putu Sudiana ini. Ia adalah pelukis bertalenta yang dimiliki Nusa Penida dari segelintir orang yang menekuni profesi pelukis. Pria kelahiran Banjar Batumulapan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung tepatnya 30 Desember 1972 silam ini memiliki bakat seni yang luar biasa. Bonuz kecil lahir dan besar di pulau kecil harus memulai meninggalkan pulau untuk mulai pendidikan di SMK dan melanjutkan ke Institut Seni Indoneisa (ISI) Denpasar. Tempaan masa kecil juga memberi pengaruh pada sentuhan dan karakter goresan karya-karyanya.

Berbekal pendidikan seni di ISI sebagai dasar akademiknya, Putu Bonuz mulai menggeber karya-karyanya dengan warna tersendiri. Berbagai ajang pameran seni lukis baik di Bali maupun tingkatan nasional telah diikuti. Bonuz seperti namanya “Bonuz” (red; hadiah) seolah mendapat anugerah ikut pameran diluar negeri. Keikutsertaannya tidak sekali tapi beberapa kali diajang international, tidak hanya membaggakan Putu Bonuz secara pribadi tetapi juga Nusa Penida. Sebut saja pameran tahun 2011 Dialogue at G-13 Gallery, Kuala Lumpur-Malaysia. Tahun 2013 turut serta pada ASIA Contemporary Art Fair at Luxe Art Museum, Singapura dan masih banyak lagi.

Putu Bonuz sedang menggarap salah satu karya dengan tema 'Nusa Penida not for Sale'

Putu Bonuz sedang menggarap salah satu karya dengan tema ‘Nusa Penida not for Sale’

Dalam waktu dekat, Putu akan mengadakan pameran tunggal yang bertajuk “Be Happy.” Pameran diadakan di Fine Art Galery, Jalan Danau Tamblingan Sanur pada 29 September 2013, pukul 19.00. Ketika Nusa Penida Post menanyakan mengapa mengambil tema Be Happy, pria yang berpenampilan nyentrik ini mengatakan bahwa ide ini bermula dari dirinya merasa banyak belajar dari kegagalan. “Kegagalan dalam melukis di atas kanvas adalah wajah keindahan yang terabaikan,” tuturnya lirih (22/9). Bapak dua anak juga mencoba hal baru yakni melukis water color on paper padahal selama ini ia terbiasa melukis di media kanvas. Kegagalan pun dianggap menjadi pemanis dalam tiap proses. Serupa menelisik diri hingga menemukan zona nyaman dikedalaman hati dan membuatnya bahagia.

Berbagai bentuk kegiatan juga dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah kelahirannya. Ini tercermin dengan mengajak seniman berkarya di Pantai Atuh dan Toye Pakeh, Nusa Penida pada awal September lalu. Tidak sampai di situ, ia berencana mengadakan workshop bagi para siswa di Nusa Penida dan  penayangan art video hasil karyanya pada umanis Galungan mendatang pada Oktober 2013. Ini adalah bentuk  sumbangsih sekaligus sosialisasi agar generasi muda yangbertalenta memiliki ruang berkarya dan bisa mengikuti jejaknya dengan berbagi secara terbuka.

Reporter: I Wayan Sukadana