Anniversary Ke-4, Nusa Penida Media Gelar Camp Inspirasi Wirausaha Muda

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Kepulauan Nusa Penida kini semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata. Indikatornya terlihat dari grafik jumlah kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik yang meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data yang dirilis Tim Perancang Rencana Induk Pariwisata Klungkung, jumlah kunjungan naik sebesar 19,9% pada tahun 2015 dibandingkan pada periode yang sama pada 2014. Angka kunjungan wisatawan pada 2014 lalu berada pada kisaran 220.750 orang sementara pada 2015, wisatawan yang menghabiskan liburan di kepulauan selatan Bali ini mencapai 264.708 pengunjung.

Anniversary Ke-4, Nusa Penida Media Gelar Camp Inspirasi Wirausaha Muda sebagai bentuk advokasi pemberdayaan pengusaha lokal

Anniversary Ke-4, Nusa Penida Media Gelar Camp Inspirasi Wirausaha Muda sebagai bentuk advokasi pemberdayaan pengusaha lokal

Pesatnya tingkat kunjungan wisatawan sejalan dengan besarnya nilai investasi yang masuk terutama sektor properti dan akomodasi wisata yang menyentuh Rp 738.469.660.645 atau naik hampir 45% pada 2015 dibandingkan dengan total investasi pada 2014 sebesar Rp 512.625.000.000. Angka ini menunjukkan ada kenaikan investasi yang sangat drastis dan sangat besar untuk wilayah pulau kecil. Mengacu pada data angka jumlah kunjungan pada 2015 lalu, secara kalkulasi kasar, jika saja setiap wisatawan membelanjakan uangnya sebesar Rp 100.000 maka jumlah uang yang masuk mencapai Rp 26.470.800.000. Nilai yang cukup fantastis untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi secara makro maupun mikro, lalu apakah warga lokal menikmati gelimang kue pariwisata tersebut atau hanya menjadi penonton di pulau sendiri?

Meski tidak menyebutkan angka yang pasti, otoritas pertanahan Klungkung sempat menyebut alih kepemilikan lahan sangat tinggi. Ratusan hektar bidang tanah sudah berganti kepemilikan sejak beberapa tahun lalu. Lokasi strategis pun kini sudah berganti kepemilikan yang didominasi orang luar maupun asing. Fakta ini menjadi kekhawatiran sejumlah kalangan, jika hal ini terus terjadi maka kelak warga lokal hanya menjadi penonton di rumah sendiri alias ‘kebo mebalih gong’. Ini menjadi sinyal kuat sekaligus warning bahwa dibalik perkembangan pariwisata ada sisi gelap. Secara hukum memang tidak ada larangan menjual tanah namun bukan berarti pula tamak kebablasan. Jalan tengah dengan menjual sebagian tanah saja dinilai paling realistis dan mampu mengakomodir semua kepentingan.

Berbagai perdebatan sering mengemuka di media sosial tentang penjualan tanah baik pro maupun kontra. Nusa Penida Media sebagai media yang dikenal mengadvokasi kepentingan masyarakat Nusa Penida di ulang tahunnya yang ke 4 mengadakana acara ‘Camp Inspirasi Wirausaha Muda Nusa Penida’ yang akan mengagendakan diskusi terbuka bagaimana menjadi pengusaha pemuda pemula.

“Ini sebuah langkah konkret agar pemuda Nusa Penida ikut ambil bagian dalam perkembangan pariwisata. Sehingga kita bisa menjadi tuan di rumah sendiri atau setidaknya bersaing bukan hanya menjadi penonton ditengah kemajuan. Kami mencoba memfasilitasi itu sebagai bentuk advokasi,” ungkap Pimimpin Redaksi Nusa Penida Media, I Gede Sumadi.

Berdasarkan informasi panitia, acara Camp Inspirasi Wirausaha Muda Nusa Penida akan diadakan pada Sabtu, (24/12) di Eco House Tiyingjajang, Desa Sakti, Nusa Penida. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta direncanakan hadir untuk memberi penjelasan sejumlah kebijakan dan upaya pembangunan dalam mendukung perkembangan kepariwisataan. Penyelenggara juga menyebutkan mengundang pihak Bappeda Klungkung untuk memaparkan dan menjelaskan Rencana Detail Tata Ruang Nusa Penida sehingga pengusaha pemula memahami aturan zonasi terkait kawasan yang boleh dan tidak boleh membangun fasilitas pariwisata. Pembangunan pariwisata memang seharusnya tidak melabrak aturan sehingga potensi negatif baik secara lingkungan, sosial dan dan budaya bisa diminimalisasi.

Pihak Kantor Penanaman Modal dan Perizinan dijadwalkan hadir dan memberi gambaran tata cara pengurusan izin usaha dan dokumen penunjang lainnya. Sementara Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Klungkung selaku bank lokal terbesar diundang untuk menguraikan akses modal usaha mengingat selama ini modal selalu dituding sebagai kendala utama dalam membuka usaha baru.

Sejumlah pengusaha muda dipastikan akan sharing knowledge dibalik minimnya modal dan pengalaman dalam merintis usaha. Pemilik penginapan Full Moon dan pengelola Nusa Penida Tours I Wayan Darmawan dan I Komang Suakarya selaku owner The Akah Cottage Lembongan akan berbagi inspirasi. Pengusaha senior Bali Star Club, I Ketut Pesta juga akan berbagi pengalaman lika-liku merintis usaha dibidang pariwisata. Camp inspirasi yang digelar diharapkan mampu menjadi titik balik pemberdayaan pengusaha lokal agar bisa berkarya sejajar dan menjadi agen perubahan di pulau sendiri.

Praktisi pariwisata Dwi Noer Kumalasari selaku senior sales dan marketing di bidang pariwisata akan membantu memberi ilustrasi teknis menjual dan memasarkan fasilitas atau akomodasi wisata. Noer juga akan menjelaskan segmen pasar wisata dan model layanan terkait karakteristik wisatawan mengingat industri pariwisata tidak hanya menjual fasilitas wisata semata tetapi lebih kepada hospitallity atau pelayanan

Reporter: I Komang Budiarta

Editor: I Made Ludra