Air Ditargetkan Ngecor di Seluruh Wilayah pada 2017

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Yeh mati bin! Keluhan ini sering sekali terdengar dari masyarakat ketika mendapati keran air yang tak kunjung mengeluarkan air dan hanya menyisakan tetesan kecil. Air menjadi permasalah rutin yang selalu menghantui warga kepulauan meski dikelilingi puluhan sumber air. Suara protes pun kerap kali terlontar agar ada penanganan masalah ini. Ditengah seretnya aliran air justru banyak juga warga yang secara sengaja mencuri air dengan membobol pipa induk, akibatnya pipa bocor dan air mengalir ke tegalan. Warga pun meminta tindakan tegas aparat sebagai efek jera.

Gubernur Bali dan Bupati Klungkung meninjau bak penampungan air

Gubernur Bali dan Bupati Klungkung meninjau bak penampungan air

Memang selama ini pemerintah sudah berupaya mengatasi krisis air, salah satunya subsidi bahan bakar mesin diesel untuk mengangkat sumber air di Guyangan sehingga harga jual air tidak membengkak. Sabtu lalu, (5/9) jajaran Pemkab Klungkung dan Gubernur Bali meninjau langsung fasilitas dan sumber air yang ada di Guyangan dan Penida termasuk bak penampungan di Dusun Tulad.

Secara khusus, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta telah meminta PDAM Klungkung untuk membuat pemetaan blank spot kebutuhan air di wilayah Nusa Penida. Pihaknya berharap PDAM Klungkung minimal bisa melayani 50 persen kebutuhan air pada tahun depan dari yang sekarang baru 24 persen.

“Target tahun 2017 kita harapkan semua desa terlayani air dan masyarakat bisa membeli air dengan harga terjangkau,” ujar Suwirta.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika disela peninjauannya menyampaikan mesin pengangkat air dengan kapasitas 40 liter per detik di Guyangan akan ditambah dua mesin lagi. Kapasitas kedua mesin baru sekitar 100 liter per detik. Total kapasitas air yang bisa diangkat 140 liter per detik.

“Saya yakin dan kita pun harus meyakinkan masyarakat bahwa dalam satu dua tahun kedepan ini saya kira seluruh keperluan air di Nusa Penida akan terpenuhi,” terang Pastika memastikan.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi