Advetorial: RKD Express Turun Tarif

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Akhir-akhir ini berbagai sarana penyeberangan menuju Nusa Penida dari Bali daratan ataupun sebaliknya semakin menjamur. Kapal Ro-ro Nusa Jaya Abadi yang sedianya menjadi solusi masalah penyeberangan justru tidak berfungsi optimal akibat terbatasnya jatah trip sandar di Pelabuhan Padang Bai. Tak heran kondisi ini justru memicu tumbuhnya berbagai moda transportasi dengan hadirnya fast boat dan sampan khusus penumpang. Semua berpacu menggaet penumpang dengan menghadirkan pelayanan prima, antara lain penyediaan ruang tunggu, soft drink dan jasa angkut barang gratis. Puluhan seperti speed boat dengan rute utama Pelabuhan Tradisional Sanur dan juga upgrade jukung (red; sampan) barang menjadi sampan khusus penumpang seperti munculnya Sampan Restu Kembar Dewata (RKD) Express.

RKD Express merupakan sampan yang dirancang khusus dua deck untuk mengangkut penumpang dengan kapasitas hampir 100 passanger. Penumpang yang ingin menikmati pemandangan laut bisa memilih deck dua sembari merasakan hembusan angin laut. Fasilitas yang tersedia pun cukup istimewa, selain tempat duduk yang nyaman, penumpang juga dimanjakan dengan hiburan di dalam kabin. Sampan yang didukung kekuatan 4 mesin dengan kekuatan 600 pk mampu melaju 30 mil per jam yang membuat perjalanan tidak membosankan. RKD Express melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Batununggul menuju Pelabuhan Banjar Bias dan sebaliknya, sementara untuk trip perjalanan hanya sekali dalam sehari yaitu, pukul 07.30 berangkat dari Nusa Penida dan balik pukul 08.30 dari Pelabuhan Banjar Bias.

Puluhan penumpang siap menyeberang dengan Sampan Restu Kembar Dewata

Puluhan penumpang siap menyeberang dengan Sampan Restu Kembar Dewata

“Pelayan dan kecepatan yang ditawarkan RKD selama ini terbukti mampu memuaskan penumpang dan tetap setia menggunakan jasa kami,” terang I Dewa Made Anom Sudiarta (29), pengelola RKD Express. Pelaut kawakan ini juga menambahkan untuk optimalisasi pelayanan, pihaknya telah menambah mesin baru sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat.

Anom yang ditemui di kantornya, Selasa, 29 Oktober 2013 mengatakan pihaknya akan menurunkan tarif penyeberangan yang semula Rp 40.000 menjadi Rp 35.000 untuk sekali trip. Pihaknya menegaskan bahwa penurunan harga tiket disesuaikan dengan keadaan ekonomi masyarakat tanpa harus mengurangi kualitas pelayanan.

“Manajemen RKD Express menurunkan harga tiket sebesar Rp 5.000 yang dulu seharga 40 ribu menjadi Rp 35.000. Harga tiket yang dulu cukup mahal, sehingga agak memberatkan penumpang. Melihat hal itu kami mengambil kebijakan menurukan harga tetapi bukan berarti akan mengurangi pelayanan,” tegasnya.

Tarif tiket baru ini mulai diberlakukan Rabu, 30 Oktober 2013. “Bukan itu saja, kami juga lebih cepat dari sebelumnya. Dulu menggunakan tenaga mesin 480 pk, sekarang 600 pk dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit sedangkan dulu 40 menit,” ujarnya Anom. Sementara, salah satu pengguna jasa RKD Express, I Wayan Kuta (45) asal Banjar Tulad, Desa Batukandik menyambut baik penurunan harga tiket. “Selama ini sampan khusus penumpang terlalu mahal, sekarang harganya turun tetapi saya minta tak serta mengurangi pelayanan serta keselamatan yang ditawarkan,” harapnya.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi