Advetorial: BPD Manjakan Nasabah dengan Layanan Jemput Bola

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Geliat perekonomian masyarakat Nusa Penida berangsur-angsur meningkat sejak dibukanya akses transportasi berupa layanan kapal Ro-ro. Meski belum sepenuhnya sesuai harapan namun kondisi ini mampu mengangkat transaksi bisnis dan ekonomi, disamping potensi pengembangan sebagai daerah tujuan wisata juga berperan besar. Kondisi ini rupanya dilirik oleh sejumlah lembaga perbankkan, salah satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.

BUMD pelat merah milik Pemerintah Provinsi Bali melihat ada peluang besar untuk menggaet nasabah dengan melihat potensi yang ada. Berbagai terobosan pun telah dilakukan demi mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan yang dimiliki BPD. Nusa Penida menjadi target pasar yang potensial dengan pertumbuhan ekonomi yang cenderung bergerak naik apalagi upaya perbaikan berbagai infrastruktur pendukung perekonomian sedang gencar dilakukan. Senin, (22/9) pagi kemarin, BPD menggelar acara cinta pasar di Pasar Mentigi sekaligus sosialisasi produk layanan dengan menggandeng Bank Indonesia Wilayah III Bali – Nusra.

BPD Bali Cabang Klungkung menggelar sosialisasi produk dan layanan di Pasar Mentigi (22/9/2014)

BPD Bali Cabang Klungkung menggelar sosialisasi produk dan layanan di Pasar Mentigi (22/9/2014)

Kepala  BPD Bali Cabang Klungkung, Ida Ayu Rasmiwinari, pihaknya sengaja memilih Nusa Penida dengan pertimbangan potensi ekonomi yang dimiliki. BPD Bali yang notabena milik masyarakat Bali harus menjalin kemitraan yang lebih erat dengan pelaku ekonomi dari tingkat akar rumput.

“Kami sengaja memilih Nusa Penida mengingat potensi ekonominya berkembang pesat. Melalui program ini, kami mempromosikan cinta pasar guna mendekatkan masyarakat akan keberadaan BPD Bali. Salah satu strategi yang akan kami lakukan adalah pelayanan jemput bola dengan menurunkan petugasnya setiap jam kerja terutama kepada pedagang,” jelas Ayu.

“BPD Bali juga menawarkan layanan Tunjangan Hari Tua (THT) sebagai tabungan yang diperuntukan mempersiapkan hari tua. Selain sebagai asuransi jiwa, THT juga diperuntukkan untuk pendidikan, upacara  serta yang lainnya yang sewaktu-waktu bisa ditarik,” imbuhnya.

Pihak BI yang hadir pada acara cinta pasar memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan uang yang sudah lusuh ataupun menukarkan recehan dengan pecahan yang lebih besar atau sebaliknya. Acara sosialisasi semakin meriah dengan iringan musik dangdut bahkan tanpa malu-malu sejumlah pedagang tampak ikut bergoyang.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi