Selangkah Lagi, Pengelolaan Wisata Bahari Nusa Penida

Nusa Penida Post Vol 12Pelan tapi pasti, itulah kata-kata yang tepat menggambarkan tentang tahapan realisasi pengelolaan Konservasi Kawasan Perairan (KKP) Nusa Penida. Setelah sekian lama melakukan identifikasi, Lembaga Swadaya Masyarakat Coral Trianggle Center (CTC) yang didukung USAID dari tahun 2008 sampai 2011 menemukan bahwa perairan Nusa Penida memiliki kekayaan ekosistem laut, termasuk penemuan beberapa species biota langka.

Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya hamparan terumbu karang seluas 1419 hektar yang dihuni oleh 298 jenis karang (hard and soft coral), 576 jenis ikan di mana lima diantaranya merupakan jenis baru yang belum pernah dijumpai di dunia, 230 hektar hutan mangrove dengan 13 jenis bakau, dan 108 padang lamun dengan delapan jenis lamun. Keunikan lainnya yang dapat dijumpai perairan Nusa Penida adalah munculnya berbagai mega fauna laut seperti ikan pari manta, penyu, lumba-lumba dan paus. Salah satu mega fauna laut yang menjadi ciri khas perairan Nusa Penida adalah ikan Mola-mola (sunfish) dengan ukuran rata-rata sekitar 2 meter. Ikan Mola mola ini kerap muncul di perairan Nusa Penida antara bulan Juli – September setiap tahunnya. Diharapkan dengan keberadaan ikan Mola-mola dapat menjadi trade mark Nusa Penida agar lebih dikenal dunia Internasional. Dengan potensi yang luar biasa ini menjadikan Perairan Nusa Penida mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan blue economy secara ekslusif. Untuk lebih lengkapnya dapat di klik Link berikut : Nusa Penida Post Vol 12